
ISIS Justru Gunakan Senjata AS

London (Antara/AFP) - Pejuang Negara Islam diperkirakan menggunakan senjata Amerika Serikat sitaan, yang dikirim kepada pemberontak di Suriah oleh Arab Saudi, kata sebuah laporan terbitan Senin.
Kajian badan peneliti senjata ringan berpusat di London, Penelitian Persenjataan Perang, mencatat senjata sitaan pasukan Kurdi dari pejuang di Irak dan Suriah dalam 10 hari pada Juli.
Laporan itu menyatakan pejuang membuang "sejumlah berarti" senjata ringan buatan Amerika Serikat, termasuk senapan serbu M-16 dan foto menunjukkan tulisan "Milik Pemerintah Amerika Serikat".
Badan itu juga menemukan bahwa roket anti-tank, yang digunakan Negara Islam di Suriah, sama dengan roket M79, yang dikirim Arab Saudi untuk pasukan di bawah payung Tentara Pemberbasan Suriah pada 2013.
Roket dibuat di Yugoslavia pada 1980-an.
Di negara tetangganya, Irak, pejuang merebut sejumlah berarti peralatan Amerika Serikat dari tentara Irak ketika serdadu itu meninggalkan kubunya di utara ketika menghadapi serangan pejuang pada Juni.
Kelompok itu merebut sejumlah kendaraan lapis baja Humvee buatan Amerika Serikat, yang saat ini menjadi sasaran dalam serangan udara negara adidaya tersebut, dan dilaporkan digunakan dalam pemboman jibaku terhadap pasukan Irak pada sedikit-dikitnya dua kesempatan.
Penerjemah : B Soekapdjo
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
