
Demam Berdarah Tewaskan 12 Anak

Sebanyak 67 persen dari penderita itu adalah anak-anak berusia lima hingga 14 tahun."
Phnompenh (Antara/Xinhua-OANA) - Demam berdarah telah menewaskan 12 anak-anak di Kamboja dalam tujuh bulan pada 2014, kata laporan resmi otoritas kesehatan negara itu.
Direktur Pusat Pengawasan Parasitologi, Entomologi, dan Malaria Nasional, Char Meng Chuor, menurut kantor berita Xinhua, mengatakan, sejak Januari hingga Juni 2014 terjadi 1.635 kasus demam berdarah atau turun 85 persen jika dibandingka dengan masa sama pada 2013.
"Sebanyak 67 persen dari penderita itu adalah anak-anak berusia lima hingga 14 tahun," kata Chuor.
Chuor meminta orangtua di Kamboja menidurkan anak-anak mereka di dalam kelambu untuk melindungi dari nyamuk karena demam berdarah adalah penyakit menular, yang disebarkan nyamuk Aedes.
Penyakit itu menyebabkan keparahan dengan serangan tiba-tiba diikuti gejala, seperti, sakit kepala, demam, kelelahan, nyeri otot dan sendi, muntah, dan ruam.
Chuor mengatakan Kementerian Kesehatan Kamboja telah menyalurkan 100 ton Abate ke rumah warga sebagai upaya penanggulangan penyakit itu.
Wabah demam berdarah sering muncul pada awal musim hujan pada Mei dan berlangsung hingga Oktober.
Penerjemah: I. Santoso/B. Soekapdjo.
Pewarta :
Editor:
M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
