Logo Header Antaranews Lampung

KPU: Jangan Lagi Ada Kampanye

Minggu, 6 Juli 2014 07:32 WIB
Image Print
Logo Pemilu 2014. (Dok/Istimewa).
Sebagai penyelenggara pemilu kami perlu mengingatkan kegiatan kampanye diselenggarakan terakhir hari ini (Sabtu, 5Juli). Besok tanggal 6-8 juli tidak boleh ada lagi penyelenggaraan kampanye."

Jakarta (Antara) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan agar tidak ada lagi kampanye pada masa tenang yang berlangsung mulai 6 hingga 8 Juli menjelang Pemilihan Presiden 9 Juli 2014.

"Sebagai penyelenggara pemilu kami perlu mengingatkan kegiatan kampanye diselenggarakan terakhir hari ini (Sabtu, 5Juli). Besok tanggal 6-8 juli tidak boleh ada lagi penyelenggaraan kampanye," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik saat acara debat terakhir calon presiden dan calon wakil presiden di salah satu hotel di Jakarta, Sabtu (5/7) malam.

Menurut Husni, Indonesia harus menjadi teladan bagi bangsa lain dalam penyelenggaraan demokrasi khususnya pemilu.

"Kita perlu menjadi teladan bagi bangsa lain dalam hal penyelenggaraan demokrasi yang sedang kita laksankan sekarang khususnya pemilu," ujar Husni.

Husni menilai kompetisi antara kedua calon pasangan capres dan cawapres semakin tinggi dari berbagai kampanye yang telah dilakukan.

"Dalam kaitan dengan ketertiban, kita melihat dan merasakan betapa kompetisi dan tensi antara capres sailing meninggi. Kampanye bervariasi dan menemukan kreasi sendiri. Namun setinggi apapun kompetisi ini semua dalam kepentingan penyelenggaraan pemilu untuk bagaimana kita mendapatkan suatu pemimpin yang baik," jelasnya.

Ia berharap agar masyarakat menerima apapun hasil Pilpres 2014 pada 9 Juli mendatang karena siapapun nanti yang menang akan menjadi pemimpin Indonesia.

"Setelah menang nanti, pasangan calon presiden dan wakil presiden yang terpilih adalah pimpinan nasional kita semua, bukan hanya salah satu pihak. Yang menang adalah rakyat Indonesia," kata Husni.

"Kami berharap masing-masing tim kampanye mulai malam ini mengingatkan semua pihak untuk bisa menahan diri, menertibkan diri. Mudah-mudahan dengan penyelenggaraan pemilu, Indonesia bisa jadi teladan bangsa-bangsa lain," tegasnya.

Adapun Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah menambahkan pada masa tenang diharapkan menjadi momen bagi masyarakat untuk meyakinkan pada pilihan masing-masing.

"Yang penting di masa tenang jadi masa penernungan mereka dan menentukan pilihan untuk 9 juli. Kalau kami masa persiapan untuk 9 juli. Kami harap tim kampanye tidak melakukan kampanye apapun dalam masa tenang," kata Ferry.

Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla telah melewati debat kelima yang merupakan debat terakhir dengan tema Pangan, Energi, dan Lingkungan.



Pewarta :
Editor: M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026