Logo Header Antaranews Lampung

Kenalkan Capres Melalui Debat

Minggu, 22 September 2013 15:14 WIB
Image Print
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI (www.google.co.id).
Survei popularitas sebetulnya belum menyentuh substansi. melainkan mengukur citra (bakal calon presiden) saja. Sehingga, forum debat perlu digelar."

Yogyakarta (Antara) - Para bakal calon presiden yang diperkenalkan ke publik tidak cukup hanya sebatas memunculkan hasil survei popularitasnya, tetapi perlu diinformasikan kapasitas politik mereka melalui forum debat, kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Arie Sujito.

"Survei popularitas sebetulnya belum menyentuh substansi. melainkan mengukur citra (bakal calon presiden) saja. Sehingga, forum debat perlu digelar," kata Arie di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, figur bakal capres yang saat ini mulai gencar diiklankan melalui media belum tentu memiliki korelasi dengan kebutuhan bangsa.

"Sesungguhnya itu bukan suatu yang substansial yang dapat dijadikan landasan masyarakat dalam memilih," kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM ini.

Menurut dia, forum debat bakal calon presiden perlu digelar, baik oleh kalangan akademisi, organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri.

Dalam forum debat yang membahas keterkaitannya dengan masalah-masalah substansi bangsa, masyarakat dapat mengetahui bakal calon presiden yang mana yang dinilai paling memiliki kompetensi dalam memberikan solusi kebijakan.

"Misalnya membahas persoalan yang dihadapi Indonesia pasca-2014, baik dari aspek sosial, ekonomi, politik, budaya, dan keamanan, di mana mereka (bakal capres) akan memaparkan strategi masing-masing," katanya.

Menurut dia, berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kualitas bakal calon presiden seyogiyanya mulai merencanakan forum debat jauh-jauh hari, agar masyarakat memiliki waktu lama untuk menimbang.

"Jika akan digelar forum debat, semestinya mulai dilakukan jauh-jauh hari dari hari pelaksanaan pemilihan presiden, agar masyarakat betul-betul teredukasi terlebih dahulu sebelum memilih," kata Arie.



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026