
BLSM Timbulkan Persoalan di Waykanan

Waykanan, Lampung (ANTARA LAMPUNG) - Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) menimbulkan persoalan sosial di Kabupaten Waykanan, Lampung, antara lain keluarga yang tidak menerima, kini menolak berperan serta dalam ronda dan gotong royong lingkungan.
"Pembagian BLSM yang tidak merata menimbulkan permasalahan sosial berlarut, contohnya, warga yang tadinya mau ronda sekarang tidak mau lagi ikut berjaga, alasannya biar yang mendapakant BLSM yang ronda," ujar Alex Al Mukmin, warga Kampung Negaraharja Kecamatan Pakuanratu Waykanan sekitar 220 kilometer utara Bandar Lampung, Sabtu (10/8).
Menurut Kepala Satuan Koordinator Rayon (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu, sejumlah orang tua di beberapa wilayah juga "mendoktrin" anaknya untuk tidak ikut bergotong-royong di sekolah.
"Ada orang tua melarang anaknya mengangkat rumput saat kerja bakti di sekolah, alasannya, biar anak yang mendapat BLSM yang mengerjakannya," kata Alex lagi.
Kondisi demikian, ujarnya lagi, tentu sangat tidak diharapkan.
Jumlah penerima BLSM di Waykanan sesuai dengan jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) Program Beras untuk Rumah Tangga Miskin (Raskin) 2013 sebanyak 32.791 kepala keluarga (KK).
Jumlah itu menurun sembilan persen. Warga miskin penerima raskin di Waykanan pada tahun 2012 sebanyak 36.034 RTS.
Penurunan penerima raskin tersebut berdasarkan Basis Data Terpadu untuk Program Perlindungan Sosial yang bersumber dari Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011 dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Seorang kepala kampung mengapreasiasi penurunan angka kemiskinan tersebut, namun data itu diharapkan valid dan tidak berdampak buruk yang justru mengorbankan aparatur tingkat bawah.
"Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Waykanan bisa mengurangi angka kemiskinan, tapi jangan sampai gara-gara itu kami selaku kepala kampung malah jadi sasaran amarah warga," ujar Kosim, kepala Kampung Karangumpu Kecamatan Blambanganumpu.
Pewarta : Gatot Arifianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
