Logo Header Antaranews Lampung

Harga Daging Naik Tipis

Sabtu, 6 Juli 2013 07:17 WIB
Image Print
Pedagang daging sapi (ANTARA/Regina Safri)

Bandarlampung (Antara Lampung) - Harga daging sapi di Bandarlampung cenderung naik menjelang bulan puasa dan Lebaran, namun harganya di pekan ini belum menembus angka Rp100 ribu perkilogram.

Menurut Andre, salah satu pedagang sapi di Pasar Lelang Bandarlampung, Sabtu, harga sapi impor sekarang ini sudah di atas Rp37.500/kg, dan harga sapi lokal lebih mahal lagi.

"Pekan lalu harga sapi sebesar Rp37.000/kg untuk sapi berkualitas baik, minggu ini harganya paling murah Rp37.500/kg," katanya.

Kenaikan harga ternak sapi itu tentu berdampak pada kenaikan harga jual daging sapi.

Menurut Andre, harga daging sapi impor kini sudah mencapai Rp95.000/kg, dan harga tersebut masih berpeluang naik, terutama menjelang Lebaran, karena permintaan akan daging biasanya meningkat tajam saat itu

Ia menyebutkan para pedagang tetap sulit mendapatkan sapi impor dan sapi lokal.

Meski harganya yang lebih mahal dibandingkan sapi impor, petani di Lampung yang umumnya memelihara ternak sapi lokal juga enggan menjual ternak itu.

"Penjualan daging sapi belum meningkat. Dalam sehari saya bisa memotong 1-2 ekor sapi, kemudian dagingnya dijual di pasar ini," kata Andre.

Para pedagang lainnya menyebutkan harga daging sapi naik tipis dibandingkan pekan lalu,meski harga daging ayam naik cukup tinggi.

"Harga daging ayam ras sekarang mencapai Rp28.000/ekor, padahal pekan lalu harganya sekitar Rp23.000/ekor," kata Supriyanto, pedagang lainnya di Pasar Lelang.

Di Pasar Tugu Bandarlampung, harga daging sapi telah mencapai Rp90.000/kg.

Sejumlah pedagang daging sapi di pasar tradisional di Bandarlampung, Jumat, menyebutkan mereka makin sulit mendapatkan ternak sapi lokal maupun sapi impor hasil penggemukan, meski harga ternak itu pada minggu ini kembali naik.

Harga sapi lokal kini sudah mencapai Rp40.000/kg.

Meski harga ternak sapi naik, namun mereka masih sulit mendapatkannya, baik sapi lokal maupun sapi impor.

Harga seekor sapi ras saat kini berkisar Rp9 juta - Rp15 juta, dan harga sapi lokal antara Rp7 juta - Rp8 juta/ekor.

Warga Bandarlampung juga lebih suka memilih daging sapi impor daripada daging sapi lokal, karena tekstur daging sapi impor lebih lembut bila dibandingkan dengan lokal yang sedikit keras.

Lampung memiliki potensi pengembangan penggemukan sapi potong karena tersedia lahan dan pakan untuk ternak ruminansia itu, dan sekarang ini terdapat enam lokasi industri penggemukan sapi potong (feedlotter), belum termasuk usaha penggemukan oleh koperasi dan perorangan terutama di Kabupaten Lampung Tengah.

Enam lokasi itu terdapat di Lampung Tengah tiga perusahaan penggemukan sapi, Lampung Selatan dua, dan Lampung Timur satu tempat penggemukan sapi.

Hasil sensus BPS dan Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian menunjukkan jumlah sapi potong per Juni 2011 di Lampung mencapai 742.776 ekor, sedangkan persediaan sapi di sejumlah lokasi penggemukan sapi di Provinsi Lampng pada November 2012 tercatat 40 ribu ekor.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026