Logo Header Antaranews Lampung

Ekspor Kopi Robusta Lampung Menurun

Minggu, 7 April 2013 06:49 WIB
Image Print

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Ekspor biji kopi robusta Lampung pada Maret 2013 sebanyak 14.166 ton senilai 28,1 juta dolar Amerika Serikat atau turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 23.912 ton dengan nilai 47 juta dolar AS.

"Penurunan ekspor itu karena barang di tingkat petani maupun eksportir telah menipis," kata Ketua Renlitbang Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Muchtar Lutfie, di Bandarlampung, Sabtu (6/4).

Ia menyebutkan, saat ini belum memasuki masa panen sehingga komoditas tersebut sedikit sehingga berpengaruh kepada ekspor pada bulan ini.

Selain itu, ekspor biji kopi melalui Pelabuhan Panjang Kota Bandarlampung itu juga ditopang dari provinsi lainnya yakni Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Menurut dia, saat ini tanaman kopi terutama di kawasan perkebunan kopi Lampung Barat telah berbuah lebat dan panen raya diperkirakan pada bulan Mei--Juni 2013.

Muchtar Lutfie menjelaskan, pada puncak panen raya, kemungkinan besar ekspor dan permintaan dalam negeri akan kopi robusta meningkat.

Sementara itu, Petani kopi di Kabupaten Lampung Barat terancam gagal panen menyusul hujan deras yang terjadi di daerah itu dalam beberapa hari terakhir sehingga banyak buah kopi yang rontok.

"Intensitas hujan di Lampung Barat cukup tinggi sepekan terakhir sehingga merontokkan buah tanaman kopi hingga 50 persen," kata Sunyoto petani kopi di Waytenong Lampung Barat.

Ia menyebutkan, berdasarkan pemantauan di sejumlah sentra perkebunan kopi petani Lampung Barat akibat hujan deras tersebut tidak hanya merontokkan bakal buah, tetapi juga buah kopi yang telah membesar dan siap panen pada bulan Mei--Juni.

Hujan deras itu, lanjut dia, juga merusak cabang pohon yang berisi buah kopi sehingga petani terpaksa memangkas atau menebangnya.

Padahal, lanjut dia, petani baru saja memupuk tanaman kopi tersebut agar buah kopi tumbuh dengan baik dan lebat serta dapat dipanen tepat waktu.

Ia memperkirakan hasil panen kopi di wilayah Lampung Barat menurun hingga 50 persen bila dibandingkan dengan panen tahun lalu menyusul rontoknya buah kopi akibat hujan deras yang terjadi di kawasan ini.

Sunyoto yang juga Ketua KUB Maju Lestari Waytenong itu menjelaskan bahwa pada tahun 2012 rata-rata hasil panen kopi di Lampung Barat mencapai 1,5 ton per hektare.

Namun, pada tahun ini diperkirakan hanya mencapai 750 kilogram/ha.

Ia juga menjelaskan harga biji kopi saat ini relatif cukup bagus antara Rp19.500--Rp20.000 per kilogram di gudang eksportir. Meski demikian, petani sekarang merugi akibat tanaman kopinya banyak yang gagal panen.




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026