
Kota Agung Sebagai Pelabuhan Penyangga ? Kaji Ulang !

Bandarlampung (Antara Lampung) - Kemenhub menyebutkan perlu dilakukan kajian ulang terhadap rencana pembangunan Pelabuhan Batu Balai Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menjadi pelabuhan penyangga penyeberangan.
Kasubdit Jaringan Transportasi Direktorat ASDP Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Johnny Siagian, mengatakan perlu menjadi perhatian mengenai kedalaman perairan dan penyediaan lahan parkir.
Menurutnya dari segi perairan, pelabuhan penyangga pelabuhan angkutan penumpang harus memiliki kedalaman minus 6 meter dan untuk areal parkir juga harus dipertimbangkan tentang pembebasan lahannya.
Faktor lain yang patut menjadi pertimbangan juga ialah perlunya pembangunan pelebaran jalan dengan kondisi jalan sekarang ini berkelok-kelok dan banyaknya pembangunan ruko dan rumah-rumah warga khususnya di titik Tanggamus.
Johnny juga memaparkan bahwa kondisi penyeberangan di Pelabuhan Komersil Bakauheni pada tahun 2013 mengalami penurunan sekitar enam hingga tujuh persen.
"Penurunan penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan laut diprediksikan karena diberlakukannya tarif baru, bahwa sekarang penumpang yang membawa kendaraan juga isi penumpangnya dikenakan tarif tersebut," ujarnya.
Selain itu, saat ini trip penerbangan dari Jakarta-Lampung juga sudah dilakukan peningkatan.
Saat ini tambahkan, kapal Roro yang beroperasi mengangkut penumpang dari Merak-Bakauheni atau sebaliknya ada 37 kapal yang beroperasi dari 41 kapal yang tersedia.
Berdasarkan kondisi, spesifikasi Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni terdiri atas lima dermaga.
"Ada beberapa kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam peningkatan pelayanan di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni tersebut," ujarnya.
Pertama, kondisi dermaga eksisting sebagaian dalam keadaan rusak terutama dermaga IV, sementara kedatangan enumpang dan kendaraan sering bersamaan hingga mengakibatkan melewati kapasitasnya.
"Selain itu areal parkir di Pelabuhan Merak terbatas dan kondisi beberapa kapal memasuki usia lebih tua dari 30 tahun hingga perlu adanya regenerasi kapal," kata Johnny.
Dalam diskusi semiloka manajemen transportasi laut disebutkan bahwa pembangunan pelabuhan Batu Balai Kota Agung belum mendesak untuk dilakukan pembangunannya sebagai pelabuhan penyeberangan penumpang, namun perlu sebagai penyangga pelabuhan peti kemas Pelabuhan Panjang.
Pewarta : Eni Muslihah
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
