Logo Header Antaranews Lampung

Sensus Harimau Bengala

Selasa, 5 Februari 2013 21:23 WIB
Image Print
Nepal saat ini memiliki sekitar 176 jenis hewan terancam punah akibat perburuan dan hilangnya habitat."

Katmandu (Antara/Reuters) - Ratusan pakar satwa liar dengan piranti kamera canggih pada Selasa mulai menyisir hutan di dataran Nepal selatan, dalam upaya terbesar negara Himalaya itu menghitung harimau, yang terancam punah dan hidup di taman nasionalnya.

Survai itu sangat penting untuk perencanaan strategi melipatgandakan jumlah harimau Royal Bengal di Nepal pada 2022, seperti yang dijanjikan Pemerintah Nepal.

Nepal saat ini memiliki sekitar 176 jenis hewan terancam punah akibat perburuan dan hilangnya habitat.

Sensus itu akan berlangsung di beberapa taman nasional di
Nepal selatan - sumber daya alam yang terhampar hingga menjangkau negara tetangganya, India, yang akan melakukan survei serupa pada bagiannya di perbatasan.

"Penghitungan simultan itu akan membantu menghindari harimau yang sama yang berpindah dari satu sisi ke sisi lain dari dua kali perhitungan, saat gerakannya ditangkap oleh kamera lain di sisi (taman nasional)," kata Maheshwar Dhakal, seorang ahli lingkungan hidup di Departemen Cagar Alam dan Taman Nasional Nepal.

"Dengan cara ini hasil temuan bisa sangat dekat dengan akurasi yang diharapkan."

Dhakal mengatakan teknisi akan menempatkan perangkap kamera sepanjang jalur harimau 'untuk menangkap gambar mereka saat mereka
bergerak.

Ribuan harimau pernah berkeliaran di hutan di Bangladesh,
India dan Nepal. Tapi jumlah mereka telah menurun drastis menjadi hanya sekitar tiga ribu ekor sekarang, kata ahli satwa liar.

Salah satu tantangan besar untuk kelangsungan hidup mereka adalah perdagangan ilegal bagian tubuh harimau, akibat tingginya permintaan untuk digunakan dalam pengobatan tradisional China.

Pada tahun 2010 Nepal berkomitmen untuk melipatgandakan jumlah harimau pada 2022 dengan meningkatkan upaya konservasi sebagai bentuk komitmennya kepada masyarakat internasional. Sensus akan menjadi bagian penting dari perencanaan strategis untuk mencapai tujuan itu.

"Sebagai bagian dari komitmen, kami harus meningkatkan jumlah
harimau menjadi 250 ekor dalam delapan tahun," kata Dhakal, yang juga merupakan koordinator teknis proyek perhitungan harimau.

"Untuk mencapai itu mungkin jika kami dapat mengendalikan perburuan liar, melindungi habitat dan melibatkan masyarakat setempat dalam konservasi.". (ANTARA).



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026