
Penjualan Jagung Manis Menjamur

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Penjualan jagung manis menjamur di berbagai tempat di kota Bandarlampung pada Senin atau sehari menjelang Tahun Baru, dan harganya pun terjangkau meski volume penjualannya meningkat.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar dan tempat lainnya di Bandarlampung, pasokan jagung tetap lancar sehubungan Lampung termasuk sentra utama penghasil jagung nasional sehingga harganya hanya berkisar Rp1.000- Rp2.000/tongkol.
Pada musim panen, harga jagung manis di Bandarlampung umumnya berkisar Rp750-Rp1.500/tongkol.
Jagung yang baru diturunkan dari truk, umumnya langsung dikerubungi warga yang hendak membelinya.
Mereka membeli tidak hanya sekedar beberapa tongkol jagung, tetapi ada juga yang membelinya satu atau dua karung yang kemudian diangkut menggunakan mobil atau becak.
"Kita mau merayakan Tahun Baru dengan bakar jagung," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, saat membeli tiga karung jagung manis di Pasar Tugu Bandarlampung pada Minggu sore.
Harga jagung di pasar umumnya berkisar Rp1.500- Rp2.000/togkol. Jagung itu didatangkan dari luar Bandarlampung, seperti dari Kabupaten Lampung Timur, Pesawaran dan Lampung Selatan.
Penjualan jagung juga ramai di Pasar Lelang Telukebetung Bandarlampung.
Jagung itu selain di jual di dalam pasar, juga dijual di pinggir jalan menuju pasar elit tersebut.
Harga jagung manis dipatok Rp2.000- Rp2.500/tongkol. Pasar tradisional itu umumnya dikunjungi warga kalangan menengah ke atas sehingga areal parkirnya selalu sesak dengan mobil.
"Kalau beli banyak, harganya Rp2.000/tongkol," kata salah satu pedagang setempat.
Jagung juga banyak di jual di pinggir jalan, seperti di dekat kantor Kecamatan Waydadi Bandarlampung.
Harga jagung di kawasan ini berkisar Rp1.000-Rp1.500/tongkol. Harga lebih murah dibandingkan daerah lainnya, karena lokasi daerah itu berbatasan dengan wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur yang merupakan sentra pertanian jagung di wilayah Lampung.
Para pedagang memperkirakan volume penjualan jagung akan meningkat hingga besok, namun pasokannya tetap banyak tersedia.
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
