
Harga Karet Rendah

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Harga komoditas getah karet kering di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung masih bertahan rendah Rp10.500 per kilogram, sedangkan harga getah karet basah Rp7.000 per kilogram pada pekan pertama Desember 2012.
"Kualitas getah karet dihasilkan petani menurun, mengingat kadar air lebih tinggi saat hujan mulai turun," kata Ghazali, salah satu petani di Desa Gunungagung Kecamatan Sekampungudik Lampung Timur.
Ia menyatakan, harga getah karet di kalangan petani daerah itu sejak bertahun-tahun lalu cenderung sangat rendah, dengan selisih cukup banyak dibandikan dengan pembelian di pabrik-pabrik pengolah karet dalam dan luar daerah setempat.
"Keuntungan para pengumpul sangat besar sementara pendapatan petani begitu-begitu saja, habis untuk kebutuhan sehari-hari," kata dia lagi.
Dia mencontohkan, harga pembelian getah karet di tingkat petani hanya Rp6.000 sampai Rp7.000 per kilogram, namun pengumpul bisa menjual ke pabrik lebih dari Rp10.000 per kilogram sehingga keuntungannya sangat besar dibandingkan dengan pendapatan petani sendiri.
Petani setempat lainnya, Jalil mengatakan, harga getah karet saat ini cenderung rendah dengan berbagai alasan dari para pengumpul karet, seperti kualitas kurang baik, penurunan pembelian oleh pabrik, dan kadar air terlalu tinggi serta alasan lain yang membuat nilai jual getah karet dari petani menjadi rendah.
"Seharusnya ada standarisasi harga getah karet, agar petani tidak dipermainkan oleh pengumpul yang hanya mementingkan keuntungan pribadi," kata dia pula.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
