Logo Header Antaranews Lampung

Solar Langka, Nelayan Lampung Jarang Melaut

Senin, 3 Desember 2012 05:30 WIB
Image Print
Nelayan kesulitan mendapatkan solar (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Sejumlah nelayan di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, jarang melaut untuk menangkap ikan akibat langka solar bersubsidi untuk mesin perahu mereka selama sepekan terakhir.

"Sekarang masih sulit mendapatkan solar, sehingga banyak nelayan yang tidak melaut dan pendapatan ikut turun," kata seorang nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Salamun, di Bandarlampung, Minggu (2/12).

Ia mengatakan kelangkaan solar terparah terjadi sekitar empat hari lalu, sehingga berakibat sebagian besar nelayan tidak melaut, sedangkan penjualan ikan di pelelangan di pinggir Jalan Lintas Sumatera itu sangat sedikit.

Padahal, katanya, permintaan ikan di TPI setempat relatif tinggi.

"Sekarang sedang musim ikan, tapi sayang bahan bakar sulit didapatkan oleh para nelayan seperti kami ini," kata dia.

Ia mengatakan, para nelayan harus mendapatkan solar itu dengan mencari ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Lintas Sumatera dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

"Untung saja di Jalan Lintas Sumatera banyak SPBU, sehingga kami masih bisa mendapatkan solar untuk melaut," kata dia.

Seorang nelayan setempat lainnya, Marjuki, membenarkan bahwa beberapa hari lalu solar sering habis di sejumlah SPBU, sehingga para nelayan banyak yang libur melaut.

"Sekarang masih tersendat ketersediaan solar itu, namun tidak separah beberapa hari lalu," kata dia.

Ia juga menyayangkan kondisi beberapa pekan ini karena sedang datang musim ikan, namun terkendala kelangkaan solar bersubsidi untuk operasional perahu nelayan.

Seorang petugas SPBU Tanjungkarang Timur Bandarlampung, Oky, mengakui kelangkaan BBM jenis solar bersubsidi terjadi secara menyeluruh sejak beberapa hari lalu.

Namun, katanya, untuk saat ini pasokan mulai ada meskipun belum begitu lancar. Pasokan itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumen daerah tersebut.

"Ya sejak sepekan lalu solar langka, namun sekarang persediaan mulai ada meskipun terbatas," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026