Logo Header Antaranews Lampung

Harga Beras Di Bandarlampung Naik

Jumat, 23 November 2012 08:15 WIB
Image Print
Persawahan di Kota Metro Provinsi Lampung siap ditanami padi sehubungan musim hujan mulai berlangsung. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Sejumlah pedagang beras memperkirakan harga kebutuhan pokok itu cenderung naik hingga akhir tahun sehubungan pengeringan gabah terkendala hujan, sementara para petani baru mulai memasuki musim tanam padi.

"Harga beras sekarang ini naik rata-rata Rp100 sampai Rp200 untuk setiap kilogramnya," kata Rodjie, salah satu pedagang beras di Pasar Tugu Bandarlampung, Jumat.

Meski demikian, ia menyebutkan pasokan beras tetap lancar dan stok masih cukup karena tidak ada lonjakan permintaan atas bahan pangan itu.

Ia menyebutkan harga beras termurah atau beras kualitas asalan sekarang mencapai Rp7.800- Rp8.000/kg, beras kualitas medium berkisar Rp8.500- Rp9.000/kg, dan beras kualitas premium di atas Rp10.000/kg.

Harga beras sekarang ini lebih tinggi dibandingkan harga beras pada pada pertengahan Oktober 2012 lalu. Saat itu harga beras asalan mencapai Rp7.500/kg, beras medium berkisar Rp7.800- Rp8.500/kg, sedang beras premium di atas Rp9.000/kg.

Pedagang beras lainnya di Pasar Tugu Bandarlampung, Edy Susanto, menyebutkan harga beras masih berpeluang naik, karena pasokannya dari penggilingan gabah mulai dikurangi volumenya.

"Dibandingkan bulan lalu, harga beras sekarang naik rata-rata Rp100-Rp200 untuk setiap kilogramnya. Kenaikan ini dari penggilingan," katanya.

Dia juga menyebutkan penyebab kenaikan harga beras itu adalah meningkatnya harga gabah, terutama gabah kering giling (GKG) yang pengeringannya terkendala faktor cuaca.

Sementara itu, para pedagang beras di Kabupaten Lampung Timur juga menyebutkan, meski pasokan gabah dari petani mulai berkurang, namun stok beras masih cukup.

"Persediaan beras di tingkat petani cukup banyak dari hasil panen padi sebelumnya untuk cadangan pangan hingga musim panen mendatang," kata Busro, salah seorang pengumpul beras di Pasar Bandarsribhawono, Lampung Timur.

Namun, kata dia, para petani setempat membatasi penjualan gabah tersebut sebelum mendapatkan kejelasan masa panen selanjutnya.

Selain itu, petani di sini juga menjual gabah hanya untuk modal tanam musim ini, serta untuk menopang pembiayaan keperluan sehari-hari.

"Harga beras saat ini bertahan tinggi mencapai Rp8.000 per kilogram di pasar, sedangkan harga gabah Rp4.100 per kilogram selama beberapa pekan terakhir," kata dia lagi.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026