
Harga Komoditas Unggulan Stabil

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Harga komoditas unggulan di Lampung pada pekan terakhir September 2012 masih fluktuatif sehubungan musim kemarau panjang dan sebagian petani gagal panen.
Berdasarkan pantauan, di Bandarlampung, Senin, harga jagung naik dari Rp6.500/kg pekan lalu menjadi Rp7.000-Rp7.500/kg pada minggu ini.
Peningkatan harga komoditas ini dipengaruhi faktor mutu yang turun akibat cuaca, dan serangan hama sehingga petani menaikkan harga jual hasil perkebunannya.
Menurut para agen jagung, saat ini para petani lebih memilih panen lebih awal karena takut tanamannya dirusak hama.
Harga lada putih pekan ini naik menjadi Rp97.000/kg, sebelumnya hanya Rp94.000/kg.
Lada hitam juga mengalami penurunan harga dari Rp65.000/kg pekan laalu menjadi Rp55.000/kg disebabkan pasokannya yang melimpah.
Petani lada hitam di sebagian daerah mulai panen lebih awal karena khawatir tanamannya diserang hama.
Harga biji kopi robusta stabil, meskipun beberapa daerah hanya sedikit yang mengalami panen.Saat harganya berkisar Rp18.000-Rp20.000/kg.
Namun beberapa harga komoditas unggulan masih ada yang rendah, karena terkendala musim kemarau panjang dan perkebunan mulai rusak diserang hama.
Harga kakao pun turun akibat kualitasnya yang menurun. Saat ini harganya Rp16.000/kg, sebelumnya mencapai Rp19.000/kg dengan kualitas bagus.
Sama halnya dengan kopra, komoditas kopra pun mengalami penurunan harga yang cukup signifikan dari Rp16.000/kg menjadi Rp10.500/kg.
Hasil perkebunan banyak yang busuk karena dirusak hama mengakibatkan harganya jatuh.
Untuk rumput laut masih bertahan di angka Rp28.000 mekipun pasokan ke kalangan agen dan pedagang menurun.
Harga karet saat ini masih bertahan pada Rp15.000- Rp16.000/kg.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
