Logo Header Antaranews Lampung

Lampung diusulkan jadi pusat hilirisasi komoditas pangan

Jumat, 24 Juli 2026 18:01 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memberi keterangan terkait usulan Lampung menjadi daerah pusat hilirisasi komoditas. Bandarlampung, Jumat (24/7/2026). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Tadi dalam pertemuan dengan Menteri Bappenas dibahas dan di sinkronisasi tentang perencanaan pembangunan Provinsi Lampung

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa Provinsi Lampung diusulkan menjadi daerah pusat hilirisasi komoditas pangan nasional.

"Tadi dalam pertemuan dengan Menteri Bappenas dibahas dan di sinkronisasi tentang perencanaan pembangunan Provinsi Lampung, dengan perencanaan pembangunan nasional agar semua program terintegrasi," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan Provinsi Lampung pun diusulkan menjadi pusat hilirisasi komoditas pangan.

"Tadi disampaikan bahwa fokus pemerintah pusat ke depan adalah menjadikan Provinsi Lampung, sebagai pusat hilirisasi komoditas pangan. Sebab komoditas yang ada disini sangat beragam," katanya.

Dia menjelaskan banyak komoditas seperti kopi, padi, kakao, jagung serta berbagai komoditas lainnya masih diperjualbelikan keluar Lampung dalam bentuk bahan mentah, sehingga membutuhkan proses hilirisasi.

"Kita mencoba mengembangkan hilirisasi komoditas ini untuk memastikan komoditas asal Lampung tidak dijual dalam bentuk mentah. Sedangkan untuk lokasi hilirisasi tersebut, usulan pengembangannya dari Bappenas itu ada diberbagai daerah di Provinsi Lampung," ucap dia.

Tanggapan tambahan dikatakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan.

"Salah satu komoditas yang sangat penting dan akan di hilirisasi adalah ubi kayu atau singkong. Dan Provinsi Lampung mendapatkan penempatan sebagai model hilirisasi ubi kayu," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan.

Menurut dia, lokasi pengembangan hilirisasi ubi kayu ini berlokasi di beberapa tempat salah satunya di Tegineneng.

"Nanti Lampung akan menjadi model pengembangan ubi kayu di Indonesia, dan ini akan membantu agar komoditas daerah bisa makin bernilai tambah," tambahnya.

Diketahui produksi komoditas di Provinsi Lampung salah satunya untuk sektor pertanian meliputi padi dengan produksi sebanyak 3,2 juta ton memiliki luas lahan 596,02 ribu hektare, dan nilai ekonomi Rp25,48 triliun, jagung produksi 1,2 juta ton dengan luas 194.487 hektare dan nilai ekonomi Rp7,58 triliun, ubi kayu memiliki produksi sebesar 7,5 juta ton dengan luas tanam 228.508 hektare dan nilai ekonomi Rp10,16 triliun.

Kemudian nanas produksi 698.902 ton dengan luas 8.166 hektare dan nilai ekonomi Rp6,29 triliun, pisang produksi 2 juta ton dengan luas 10.089 hektare dan nilai ekonomi Rp30,02 triliun.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026