Logo Header Antaranews Lampung

Kecelakaan Mengintai Saat Lebaran

Rabu, 29 Agustus 2012 23:09 WIB
Image Print

Palembang (ANTARA LAMPUNG) - Hampir 1.000 nyawa melayang, akibat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran tahun 2012, termasuk di wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel).

Mabes Polri menyebutkan, sebanyak 908 orang tewas menjadi korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2012 menyambut Lebaran di seluruh Indonesia.

"Jumlah laka lantas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2012 mencapai 5.233 kasus, sebanyak 908 orang meninggal dunia," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta.

Ketika umat Islam dan warga masyarakat umumnya merayakan Idul Fitri 1433 Hijriah yang sangat dinantikan, ancaman kecelakaan lalu lintas itu terus saja mengintai para korbannya.

Warga yang harus berjuang menjalani tradisi mudik Lebaran untuk bersilaturahmi dengan orang tua, sanak keluarga, dan teman-teman di kampung halaman sepekan menjelang hari besar keagamaan itu, maupun setelahnya untuk beraktivitas dan mencari nafkah kembali terus meminta korban.

Tradisi mudik Lebaran dilakukan dengan memanfaatkan jasa angkutan darat, laut dan udara, bahkan menggunakan kendaraan pribadi roda dua (sepeda motor) dan roda empat.

Padahal, sejak awal para pemudik sudah diingatkan oleh pihak kepolisian dan berbagai pihak, untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor karena risiko kecelakaan yang sangat tinggi.

Pemerintah dan pihak pengelola transportasi umum juga melakukan berbagai persiapan yang bisa membantu perjalanan masyarakat ke kampung halaman, dan kembali lagi dengan murah, praktis, nyaman, dan aman.

Pemerintah melalui jajaran Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota telh membentuk posko mudik Lebaran di terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan udara, dan bandar udara.

Aparat keamanan menggelar Operasi Ketupat Lebaran 2012, dengan menyediakan pos pelayanan terpadu di sepanjang jalur mudik yang dilalui warga.

Meskipun tradisi mudik Lebaran ini telah berlangsung berulangkali sejak dulu, dan persiapan pelayanan angkutan mudik maupun pengamanan jalur mudik telah dilakukan secara sistematis dan terorganisir, namun musibah yang menimpa pemudik masih tetap terus terjadi.

Kecelakaan lalu lintas merupakan musibah yang paling dominan mewarnai arus mudik dan balik Lebaran di Jalan Lintas Timur (Jalintim) dan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang memiliki 15 kabupaten/kota ini.

Berdasarkan data "Operasi Ketupat 2012" jajaran Polda Sumsel selama arus mudik dan balik Lebaran 2012 ini, terjadi 97 kasus kecelakaan lalu lintas pada jalur mudik Jalintim dan Jalinteng yang mengakibatkan 56 orang meninggal dunia, 61 korban mengalami luka berat, dan 72 orang luka ringan.

Kecelakaan Menurun?
Sesuai hasil Operasi Ketupat Polda Sumsel itu, kasus kecelakaan lalu lintas di Jalintim dan Jalinteng Sumatera dalam provinsi ini bisa ditekan, sehingga angkanya tidak melampaui kejadian tahun 2011 lalu.

"Berdasarkan data Operasi Ketupat 2012 selama 11-26 Agustus tercatat 97 kasus kecelakaan lalu lintas, atau mengalami penurunan dibandingkan Operasi Ketupat tahun sebelumnya yang mencapai 114 kasus," kata Kabag Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, AKBP Suroyo.

Menurut dia, berdasarkan data akhir operasi kemanusian itu, kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalintim dan Jalinteng selama musim mudik dan balik Lebaran 2012 mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Sebanyak 97 kasus kecelakaan lalu lintas 2012 ini, terdapat 56 korban meninggal dunia, 61 orang mengalami luka berat, dan 72 orang luka ringan.

Sedangkan pada 2011 lalu, dari 114 kasus kecelakaan lalu lintas, terdapat 46 korban meninggal dunia, 64 orang mengalami luka berat, dan 82 orang luka ringan.

Meskipun angka kasus dan korban kecelakaan lalu lintas secara umum mengalami penurunan, namun kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut mengalami peningkatan.

Kerugian materi akibat kecelakaan lalu lintas pada arus mudik dan balik Lebaran 2012 ini mencapai Rp680 juta, atau meningkat dari Lebaran tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp628 juta, kata mantan Wakapolres Pagaralam itu pula.

Menurut AKBP Suroyo, penurunan angka kasus kecelakaan lalu lintas selama operasi kemanusiaan pada hari besar keagamaan umat Islam tahun ini, merupakan sebuah prestasi yang akan terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya pada masa yang akan datang.

Guna mencegah agar kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Sumsel ini tidak mengalami peningkatan yang tinggi, pihaknya terus berupaya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.

Selain itu, pihaknya tidak henti-hentinya berupaya mendorong pengguna jalan berpartisipasi menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Jalintim Rawan
Sumatera Selatan dilalui dua jalan lintas Sumatera, yakni Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Tengah.

Jalintim melintasi enam provinsi di bagian pesisir timur Pulau Sumatera mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumsel, hingga Lampung.

Jalintim wilayah provinsi ini, mulai perbatasan Jambi, Bayung Lincir, Sungai Lilin, Betung, Pangkalan Balai, Palembang, Indralaya, Tanjung Raja, Kayu Agung, Tugu Mulyo, hingga Pematang Panggang, perbatasan Lampung.

Kemudian, Jalinteng melintasi lima provinsi di Pulau Sumatera, mulai Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumsel, hingga Lampung.

Jalinteng di Sumsel melalui Lubuk Linggau, Tebing Tinggi, Lahat, Muaraenim, Baturaja, dan Martapura.

Upaya untuk menekan terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur lintas Sumatera itu, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel dan petugas posko mudik yang tersebar di seluruh terminal bus dan di sepanjang jalur mudik Lebaran dalam provinsi ini, selalu mengimbau kepada pengguna jalan yang melintas di wilayah ini.

Dua jalan lintas Sumatera itu, Jalan Lintas Timur di Provinsi Sumsel merupakan jalur mudik yang paling rawan atau paling sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sesuai data Operasi Ketupat 2012, Jalintim merupakan jalur paling rawan kecelakaan lalu lintas karena paling sering terjadi kecelakaan, kata Kabag Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, AKBP Suroyo lagi.

Angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi di Jalintim ini, dipengaruhi kepadatan kendaraan yang melintasi jalur tersebut, sedangkan ruas jalannya sempit.

Penyebab lain, masih rendah kesadaran pengemudi mematuhi peraturan lalu lintas dan kurang kepedulian pengemudi dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), ujar dia pula.

Guna mencegah terus meningkat kasus kecelakaan lalu lintas di Jalintim, terutama selama operasi kemanusiaan di penghujung Operasi Ketupat 2012 ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengemudi kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang akan melintasi jalur tersebut agar mematuhi aturan lalu lintas.

Petugas posko mudik Lebaran di Terminal Tipe A Karya Jaya Palembang, Sumsel, mengimbau kepada masyarakat yang akan melintasi Jalur Lintas Timur ke arah Lampung agar mewaspadai empat titik rawan kecelakaan lalu lintas.

Empat titik rawan kecelakaan lalu lintas Jalintim Sumsel dari arah Palembang menuju Lampung, yakni di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, seperti tikungan Air Jernih, Desa Mulya Guna, Teluk Gelam, tikungan Ponpes Desa Bumi Agung, tikungan pangkal jembatan Desa Tebing Suluh, dan tikungan Desa Dabuk Rejo, Lempuing, kata salah seorang petugas posko, Fauzi Azzali.

Kondisi daerah titik rawan tersebut berdasarkan pemetaan daerah rawan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sumsel, serta diperkuat pengalaman para sopir bus yang beroperasi di Terminal Karya Jaya.

Imbauan itu selalu disampaikan kepada pengendara mobil yang mampir ke posko mudik Lebaran untuk beristirahat atau sekadar bertanya arah jalan, kata Fauzi yang juga Kepala UPT Terminal Tipe A Karya Jaya Palembang itu lagi.

Informasi tersebut terus disosialisasikan untuk meningkatkan kewaspadaan para pengguna Jalintim terutama ketika melintasi wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel, agar terhindar dari musibah kecelakaan lalu lintas yang bisa menghambat perjalanan mereka.

Meskipun berbagai upaya untuk membantu keamanan dan kenyamanan pemudik Lebaran telah dilakukan oleh pemerintah bersama aparat keamanan dan berbagai pihak swasta, namun kasus kecelakan lalu lintas tetap tidak dapat dihindari dan masih banyak mewarnai suasana mudik Lebaran 2012 ini.

Kapankah suasana mudik Lebaran yang ceria dan penuh suka cita bisa terbebas dari kecelakaan lalu lintas yang membawa duka bagi keluarga korban?

Semoga saja, ke depan, seiring peningkatan kesadaran tertib berlalulintas masyarakat dan fasilitas jalan yang memadai, momentum mudik Lebaran benar-benar bisa tanpa kecelakaan ("zerro accident").

Berlebaran setiap tahunnya, tanpa kecelakaan, kenapa tidak.



Pewarta :
Editor: M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026