
Jalur KA Trans Sumatera Butuh Rp63 Triliun

Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Perbaikan Jalinsum ruas Panjang-Rajabasa saja masih terbengkalai, karena pemerintah terlalu sabar menunggu pinjaman dari Bank Dunia yang nilainya tak lebih dari Rp231 miliar. Kini pemerintah pusat merencanakan pembangunan mega proyek Trans Sumatera dan Tol Lintas Sumatera.
Menurut Wakil Menteri Kementerian Perhubungan Bambang Susantono, pembangunan jalur kereta api Trans Sumatera membutuhkan dana sekitar Rp63 triliun atau 7,2 miliar dolar AS.
"Pendekatan pembangunan KA Trans Sumatera ini adalah jalur keretanya seperti intrasport. Misalnya, anda jatuhkan tinta ke dalam air, maka anda akan melihatnya [KA Trans Sumatera] seperti itu," kata Bambang Susantono dalam paparannya pada acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition 2012, Jakarta, Rabu.
Menurut Bambang, bila jalur KA Trans Sumatera sudah dapat dioperasikan, maka jalur tersebut dapat menghubungkan satu titik ekonomi ke titik ekonomi yang lainnya.
Terlebih, jalur KA Trans Sumatera ini akan melewati koridor ekonomi Sei Mangkei yang berkonsentrasi pada industri kelapa sawit dan karet.
"Kami juga akan membangun jalur khusus untuk perkebuhan Sei Mangkai dan Pelabuhan Kuala Tanjung," tuturnya.
Direktur Sarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sugiadi Waluyo pernah menuturkan jalur KA Trans Sumatera dapat terwujud pada 2030. Untuk kebutuhan dana per kilometer diperkirakan sebesar Rp25 miliar.
"Namun, bila kondisinya banyak jembatan dan timbunan, maka kebutuhan dananya bisa mencapai Rp35-40 miliar," kata Sugiandi.
Panjang rel KA di Sumatera saat ini mencapai 1.869 km. Dari jumlah tersebut sepanjang 1.348 km masih beroperasi, sisanya 512 km tidak beroperasi. KA Trans Sumatera akan dilayani 145 lokomotif dan 1.435 unit kereta, untuk mengangkut penumpang sebanyak 48.000.000 orang per tahun.
Untuk kebutuhan sarana perkeretapian tersebut, akan dipenuhi secara periodik. Kurun 2011-2015, sebanyak 30 lokomotif dan 285 kereta. Kurun 2016-2020 sebanyak 50 lokomotif dan 470 kereta. Periode 2021-2025 sebanyak 85 lokomotif dan 815 kereta, dan 2025-2030 sebanyak 145 lokomotif dan 1.435 kereta.
Jalur kereta api Trans Sumatera tersebut akan menghubungkan Lampung hingga Aceh sepanjang 2.168 kilometer. Jalur KA lintas Sumatera ini akan menghubungkan jalur KA yang sudah ada, yaitu di Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung menjadi jaringan jalur KA yang saling terhubung.
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
