Logo Header Antaranews Lampung

Harga Wortel Bertahan Tinggi

Selasa, 28 Agustus 2012 07:57 WIB
Image Print
Petani memanen wortel di lahannya yang berada di Pantau, Pasarliwa, Balikbukit, Lampung Barat, Senin (27/8). Akibat kemarau panjang, harga wortel melambung cukup tinggi hal itu dikarenakan jumlah panenan yang sedikit. Wortel tersebut dijual Rp1.800 p

Liwa (ANTARA LAMPUNG) - Harga wortel di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, bertahan cukup tinggi, yakni Rp1.800 per kilogram seiring sedikitnya panen atas komoditas itu.

"Harga wortel paling rendah bisa Rp1.000 per kilogram, namun dalam beberapa pekan sebelum Lebaran sampai dengan sekarang harganya masih tetap," kata petani dari Kelurahan Pasarliwa, Kecamatan Balikbukit, Komari, Selasa, di Liwa yang berada sekitar 278 km sebelah utara Kota Bandarlampung.

Kondisi tersebut, menurut dia pula, disebabkan hasil panen yang sedikit akibat kekurangan air pada kemarau.

"Kurang air, sehingga hasil panen sedikit dan wortelnya tidak bisa besar atau kurang maksimal," kata dia.

Jika hujan turun, hasil panen wortel akan bagus. Selain itu juga mempermudah pekerjaan petani sehubungan tidak perlu banyak mengeluarkan tenaga untuk menyiram.

Komoditas pertanian yang antara lain digunakan untuk campuran sup itu bisa dipanen setelah 90 hari dari sejak menanam.

"Satu tanaman menghasilkan satu wortel. Untuk bibitnya per kaleng harganya Rp50 ribu. Namun belum tentu jadi semua ketika disemai," ujar Komari.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026