Logo Header Antaranews Lampung

Tetap Melaut Menjelang Lebaran

Kamis, 16 Agustus 2012 14:29 WIB
Image Print
Sejumlah nelayan payang di pesisir Telukbetung Bandarlampung, Kamis, mendorong perahu ke laut. Mereka tetap melaut menjelang Lebaran. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Para nelayan payang di pesisir Telukbetung Bandarlampung pada Kamis atau tiga hari sebelum Lebaran, masih tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya menghadapi hari raya Idul Fitri.

"Kita tetap melaut, namun besok sampai dua hari setelah Lebaran, kami tidak melaut," kata Kamal, salah satu nelayan payang di Desa Sukaraja Telukbetung, Bandarlampung.

Ia menyebutkan mereka tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka sehari-hari.

Dalam seminggu terakhir, hasil tangkapan nelayan payang cukup banyak, namun pembelinya yang berkurang karena banyak warga Bandarlampung yang sudah mudik.

Nelayan payang setelah bekerja mulai pagi sampai sore hari bisa mendapatkan penghasilan berkisar Rp15.000 sampai Rp20.000 per orang.

"Tergantung hasil tangkapan. Kalau ikan yang kami dapatkan sedikit, tidak jarang tanpa ada penghasilan sama sekali," katanya lagi.

Ia menyebutkan ancaman terbesar yang dihadapi nelayan payang adalah pencemaran laut yang makin parah, seperti sampah plastik yang makin banyak memenuhi perairan Telukbetung Bandarlampung.

Ancaman lainnya adalah pembangunan tempat penyimpanan batu bara (stock file) di pesisir pantai.

Sejumlah nelayan payang lainnya menyebutkan mereka tetap bekerja karena butuh uang untuk memenuhi keperluan keluarganya, meski penghasilannya hanya berkisar Rp15.000 sampai Rp20.000 dalam sehari.

Sementara itu, pedagang ikan yang berjualan di Pasar Sukaraja pada Kamis hanya tinggal beberapa orang, karena banyak yang sudah mudik.

Harga ikan di pasar ikan itu relatif lebih murah dibandingkan tempat lainnya di Bandarlampung. Namun hasil tangkapan nelayan setempat umumnya ikan ukuran kecil.

Ikan tersebut dijual Rp15.000/kg, sedang ikan ukuran sedang mencapai Rp30.000/kg.

Banyak warga yang lebih suka membeli ikan di pasar Sukaraja Bandarlampung, karena ikan tersebut lebih segar dan bebas dari bahan pengawet.

Sementaraa itu, nelayan yang menggunakan kapal ukuran besar, sudah banyak yang mudik ke kampung halamannya, seperti Jawa Barat.

Mereka umumnya akan balik ke Lampung seminggu setelah Lebaran.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026