Logo Header Antaranews Lampung

LPW Bangkit Suarakan Sikap Kritis Intelektual

Senin, 13 Agustus 2012 06:09 WIB
Image Print
Para pegiat LPW: Armen Yasir, Hertanto, Wahyu Sasongko, Jauhari M Zailani, Nanang Trenggono, Asrian Hendi Caya dalam pertemuan dengan jurnalis AJI Bandarlampung, Minggu (12/8) malam. (FOTO: ANTARA LAMPUNG/Budisantoso Budiman)
"Kami menyadari perlu penguatan kesadaran masyarakat dan pendidikan politik terus menerus, sekaligus tetap dapat mengkritisi legislatif dan eksekutif daerah ini, agar mereka tidak dibiarkan berjalan semaunya sendiri," ujar Dr Wahyu Sasongko SH MH.

Bandarlampung, 13/8 (ANTARA) - Lampung Parliament Watch (LPW) kembali dihidupkan kalangan intelektual kampus di Lampung, untuk dapat terus menyuarakan sikap kritis atas kebijakan pemerintah, sekaligus memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat daerah ini.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan buka puasa bersama dihadiri para pegiat LPW dengan jurnalis serta praktisi hukum, di Bandarlampung, Minggu (12/8) malam.

Koordinator LPW, Dr Wahyu Sasongko SH MH menegaskan bahwa dinamika sosial politik dan hukum di Lampung saat ini dan ke depan perlu dikawal dan dikontrol bersama-sama, sehingga mendorong untuk kembali berkiprah agar dapat memberikan sumbangsih bagi kebaikan bersama daerah ini.

Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) yang juga Ketua Tim Seleksi Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung ini, pengawasan atas kebijakan publik yang dijalankan eksekutif maupun diputuskan bersama legislatif di Lampung perlu diimbangi dengan sikap kritis dan objektif.

"Kami menyadari perlu penguatan kesadaran masyarakat dan memberikan pendidikan politik secara baik dan terus menerus, sekaligus tetap dapat mengkritisi legislatif dan eksekutif agar mereka tidak dibiarkan berjalan semaunya sendiri," ujar dia pula.

Para pegiat LPW itu, bersama sejumlah jurnalis, di antaranya pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung dan mantan pimpinan/pengurusnya menilai, saat ini DPRD dan eksekutif di Lampung nyaris tanpa kontrol yang konsisten dan kuat dari kalangan kampus dan kelompok kritis lagi.

Menurut mantan Ketua AJI Bandarlampung, Oyos Saroso HN, daerah dan masyarakat Lampung selalu memerlukan sikap kritis dari kalangan intelektual kampus yang terus harus disuarakan.

Jurnalis The Jakarta Post itu juga mengaku, dalam beberapa tahun terakhir merasakan kehilangan partner narasumber yang berani menyampaikan sikap kritis atas kebijakan jajaran pemerintahan maupun DPRD di daerah ini.

Pegiat LPW yang juga kandidat doktor di Unpad Bandung, dosen FISIP Universitas Bandarlampung (UBL), Drs Jauhari M Zailani MSc, menegaskan bahwa sikap kritis dari kalangan akademisi dan intelektual kampus harus terus dapat disuarakan bagi kebaikan semua pihak.

Mantan Dekan FISIP UBL ini juga mengakui, kalangan intelektual kampus perlu membangun sikap kritis dan bergandengan tangan dengan para jurnalis atau media massa, untuk dapat lebih efektif menyuarakan sikap kritis dimaksud.

Pegiat LPW yang juga Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Unila, Armen Yasir SH MH menegaskan pula bahwa kontrol kepada parlemen maupun eksekutif di daerah ini perlu kembali diefektifkan, agar kebijakan yang dikeluarkan akan benar-benar dapat membela kepentingan masyarakat, bukan semata mengedepankan kepentingan penguasa atau pihak tertentu saja.

"Semua itu tujuannya adalah untuk mendorong dan membangun semangat perubahan dalam masyarakat, sehingga harus dapat mengefektifkan kontrol bagi parlemen dan juga birokrasi di daerah ini agar tidak menjadi semena-mena dalam mengambil keputusan dan menentukan kebijakan publik," ujar dia pula.

Sikap kritis itu sangat diperlukan, kata dia, agar pemimpin daerah ini juga tidak cenderung bertindak semaunya sendiri, sekaligus menjadi penyeimbang perilaku legislatif yang selama ini dinilai belum sepenuhnya seperti diharapkan masyarakat.

Dalam pertemuan silaturahmi dilanjutkan buka bersama dan dialog ini, hadir pula mantan Dekan FISIP Unila yang kandidat doktor salah satu universitas di Malaysia, Drs Hertanto MSi, akademisi dari Fakultas Ekonomi Unila, Asrian Hendi Caya SE ME, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Dr Nanang Trenggono MSi.

Selain itu juga hadir mantan ketua AJI Bandarlampung Firman Seponada, Ketua AJI Bandarlampung Wakos Reza Gautama, penulis dan aktivis Oki Hajiansyah Wahab, serta praktisi hukum Abi Hasan Muan yang juga Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Lampung, bersama beberapa jurnalis di daerah ini.



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026