Logo Header Antaranews Lampung

Italia Makin Solid

Sabtu, 30 Juni 2012 10:46 WIB
Image Print

Warsawa (ANTARA/Reuters) - Sebagai tim yang tadinya menganut gaya "cattenaccio" yang mengiringi keberhasilan mereka selama bertahun-tahun, Italia tidak kehilangan seni mempertahankan diri ketika mereka mengadopsi gaya permainan yang lebih menarik.

Pada kemenangan 2-1 atas Jerman pada Kamis, yang meloloskan Italia ke final Piala Eropa 2012 melawan Spanyol di Kiev, Minggu, gaya permainan Italia ditemukan saat latihan di Old Lady, Turin.

Saat "Super" Mario Balotelli mencengangkan dunia dengan dua golnya, dan Andrea Pirlo bermain apik di lini tengah, lini pertahanan Italia, yang dibentengi oleh kapten Gianluigi Buffon, juga bekerja dengan baik.

Empat pilar pertahanan Italia, Buffon, Giorgio Chiellini dan pasangan bek tengah Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli, telah membawa Juventus menjadi tak terkalahkan dalam musim liga tahun ini sehingga menjadi juara liga Seri A Italia.

Ikatan Juve tersebut tidak putus walau ada orang kelima, Federico Balzaretti, pemain bertahan yang baru membela timnas 11 kali dan bermain untuk Juventus dalam 50 pertandingan sebelum dijual pada 2007.

Bukan kebetulan juga jika Pirlo sekarang memakai seragam putih hitam membela Juventus setelah sekian lama berkarir bersama AC Milan.

Pada Piala Eropa 2012, Italia baru kebobolan tiga kali dalam lima pertandingan, sekali saat melawan Spanyol, kemudian sekali saat melawan Kroasia dan saat pertandingan hidup-mati pada Kamis lewat tendangan penalti.

Italia memang dikenal mempunyai pemain bertahan yang baik seperti Giuseppe Bergomi, Franco Baresi, Alessandro Costacurta, Fabio Cannavaro dan Paolo Maldini, dan Chiellini bisa menjadi salah satu dari mereka.

Pemain berusia 27 tahun tersebut, yang memenangi pertandingannya yang ke-54 setelah pulih dari cedera paha yang memaksanya absen di laga perempat-final melawan Inggris, bermain bagus saat Italia mengalahkan Jerman dalam tempo permainan cepat mereka.

Chiellini tidak sendirian bermain untuk membuktikan kemampuannya.

Bersama rekan setimnya, mereka melakukan beberapa kali tackel sempurna di dalam kotak penalti saat Jerman mengganas di babak kedua setelah mereka kebobolan dua gol oleh Balotelli di babak pertama.

Bonnuci melambangkan solidnya pertahanan timnas Italia dan meyakinkan Jerman bahwa mereka tidak pernah bisa mengalahkan Italia di turnamen resmi.

Melakukan pergantian dua pemain, Jerman memulai babak kedua dengan baik dan Italia membutuhkan kepercayaan diri dan kemampuan Bonucci di menit ke-56 untuk membuat tackel sempurna saat Miroslav Klose menusuk pertahanan Italia.

Kemudian, ketika empat pilar Italia hanya bisa melihat bola dari tendangan bebas Marco Reus melewati pagar betis dan menuju ke gawang, Buffon kemudian menepis bola pemain sayap Jerman tersebut.

Pelatih Cesare Prandelli mengatakan dia tidak akan merubah taktiknya untuk menghadapi permainan menekan Jerman dan dia membuktikan bahwa strateginya tepat.

Pirlo tidak bekerja sendiri. Italia membangun serangan dari belakang lewat gelandang Daniele De Rossi, kecerdikan Claudio Marchisio dan gaya permainan Riccardo Montolivo yang mirip dengan gaya Pirlo, yang memberikan umpan panjang ke Balotelli yang kemudian membuahkan gol kedua.

Tambahkan Antonio Cassano, yang baru saja pulih dari operasi jantung, di garis depan bersama Balotelli, maka Italia mempunyai senjata yang ampuh untuk mengancam Spanyol.

Dengan demikian, gelar juara Piala Eropa untuk kedua kalinya, setelah 44 tahun, bisa berada di depan mata timnas Italia.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026