Logo Header Antaranews Lampung

Prioritaskan Perbaikan Jalan Di Perempatan

Sabtu, 19 Mei 2012 08:26 WIB
Image Print
Truk tujuan Pelabuhan Panjang melintas di Jalinsum Sukarame Bandarlampung. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Sejumlah warga Lampung mengharapkan Pemprov Lampung dan Pemkot Bandarlampung memprioritaskan perbaikan jalan di perempatan sehubungan arus lalu lintas makin macet di simpang empat itu.

"Jalan perempatan, terutama di kawasan Jalinsum, kemacetan selalu terjadi. Salah satu penyebabnya adalah kondisi jalan yang makin rusak. Jadi, jalan di areal perempatan perlu diprioritaskan perbaikannya," kata Edy, salah satu warga Sukarame Bandarlampung, Sabtu.

Selain itu, ia juga mengharapkan Pemprov dan Pemkot memprioritaskan perbaikan jalan yang belum beraspal, karena debu dari jalan itu akan mengganggu kesehatan warga di sekitar jalan tersebut.

Berdasarkan pantauan, ruas jalan yang perlu diperbaiki di antaranya terdapat di perempatan Kalibalok, Sukarame, Tanjungsenang dan perempatan Wayhalim. Seluruh simpang empat jalan ini terdapat di kawasan Jalinsum Bandarlampung.

Di perempatan Sukarame, sebagian ruas Jl Urip Sumoharjo Sukarame yang panjangnya kurang lebih beberapa ratus meter hanya dipadatkan dengan bebatuan dan tanah, sementara ruas lain Jl Urip Sumuharjo telah diaspal berulangkali, termasuk jalan-jalan lingkungan di Sukarame.

Karena sebagian ruas Jl Urip Sumuarjo tetap dibiarkan dari tanah dan bebatuan, debu tebal dari jalan itu berterbangan ke bangunan di sekitarnya. Di sekitar ruas jalan itu terdapat sekolah, pertokoan, dan rumah-rumah warga. Perempatan jalan ini selalu padat dilalui motor dan kendaraan roda empat setiap harinya.

Kerusakan jalan juga terdapat di simpang tiga Jl Pulau Damar samping RS Imanuel, karena truk bertonase berat selalu melintasi jalan tersebut. Meski berulangkali diaspal sekedarnya, namun tak lama kemudian rusak karena truk besar masih bebas melintasinya.

Kondisi jalan di Kota Bandarlampung kini makin rusak, dan truk sarat muatan makin suka melintas lewat jalan kota untuk menghindari Jalinsum yang kondisinya jauh lebih rusak.

"Semestinya truk sarat muatan yang melebihi tonase, termasuk truk pengangkut bahan bangunan, dilarang melintas lewat jalan kota karena daya tahan jalan itu tidak mampu menahan beban seberat itu," kata salah satu warga lainnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bandarlampung telah menganggarkan dana Rp250 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan di kota itu mulai 2012.

Menurut Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, anggaran itu termasuk biaya pembangunan tiga jalan layang yang akan segera dibangun di kota itu.

Menurut dia, pemerintah setempat akan mengupayakan perbaikan seluruh infrastruktur jalan sehingga dapat menunjang kelancaran transportasi.

Ia juga meminta pemerintah pusat segera membenahi jalan Ir Sutami dan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang melintasi kota Bandarlampung.

"Sebagian besar kondisi infrastruktur yang rusak adalah jalan negara dan provinsi sehingga diharapkan dapat segera dibenahi," kata dia menambahkan.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026