
Mahasiswa Aksi Tolak Kenaikan BBM

Aksi ini merupakan salah satu upaya untuk menolak adanya kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada rakyat,"
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (GRM) melakukan aksi guna menolak rencana pemerintah menaikkan bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2012.
"Aksi ini merupakan salah satu upaya untuk menolak adanya kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada rakyat," ujar Koordinator Lapangan aksi, Denta Febrianta, di Bandarlampung, Selasa.
Menurutnya, kebijakan pemerintah mencabut subsidi BBM dan menaikkan bahan bakar tersebut merupakan upaya menyengsarakan masyarakat di negeri ini.
"Saya harap seluruh rakyat dari berbagai elemen masyarakat dapat terus turut serta mendukung aksi dengan mogok nasional apabila per 1 April mendatang pemerintah tetap menaikkan harga BBM," kata dia.
Hal senada juga diungkapkan oleh aktivis asal Satria Hanura Lampung, Abu Hasan, mengharapkan pemerintah lebih memikirkan kesejahteraan masyarakat, jadi jangan hanya memikirkan diri sendiri.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat terus bersatu guna menolak upaya pemerintah menaikkan BBM.
"Naiknya BBM tentunya akan menunjang meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok yang ada di pasaran sehingga akan menyulitkan masyarakat khususnya di Provinsi Lampung dan umumnya bangsa Indonesia," ujarnya disela-sela aksi.
Ia menambahkan, apabila pemerintah tetap menaikkan BBM awal April mendatang pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh elemen yang ada untuk melakukan pendudukan SPBU-SPBU atau tempat-tempat strategis guna protes atas kebijakan tersebut.
"Kami akan terus menyerukan kepentingan rakyat sehingga semua kebijakan pemerintah yang menyulitkan masyarakat harus ditentang agar kesejahteraan bisa lebih merata," kata dia mengharapkan.
Untuk itu, ia menegaskan, pihaknya menyatakan sikap bahwa solusi agar APBN dapat memenuhi kebutuhan dasar rakyat bukannya memenuhi hak dasar para pejabat.
Sebanyak 18 elemen yang tergabung dalam gerakan rakyat menggugat itu akan melakukan aksi mogok nasional 1 April mendatang apabila pemerintah tetap menaikkan BBM.
Mereka juga meminta perusahaan tambang asing segera dinasionalisasikan, hapus hutang luar negeri.
Ia juga menyatakan BLSM atau bantuan langsung tunai bukanlah solusi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Berdasarkan pantauan, massa berjalan kaki dari Tugu Adipura menuju kantor DPD Demokrat Lampung guna menyampaikan protes terhadap kebijakan pemerintah menaikkan BBM.
Kemudian massa melanjutkan aksi menuju LPP Radio Republik Indonesia Bandarlampung untuk melakukan siaran pers langsung guna menyampaikan pernyataan sikap dan mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung menolak rencana pemerintah menaikkan BBM.
Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB tersebut berjalan lancar dan aman.(ANT)
Pewarta :
Editor:
Agus Setyawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
