Logo Header Antaranews Lampung

26 Feri Dioperasikan

Rabu, 15 Februari 2012 08:31 WIB
Image Print
Antrean truk di dermaga di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. (Foto ANTARA/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- PT ASDP Indonesia Ferry menyebutkan pihaknya kini mengoperasikan 26 feri untuk mengangkut penumpang dan kendaraan dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak Banten atau sebaliknya.

"Meski kondisi cuaca di perairan Bakauheni dan Merak adalah hujan, namun kita bisa tetap mengoperasikan 26 kapal. Dengan demikian, dalam sehari bisa tercapai 96-100 trip pelayaran atau melebihi target 94 trip dalam sehari," kata Manager Operasi PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Heru Purwanto, di Kalianda, Rabu.

Ia menyebutkan, meski kondisi cuaca di Selat Sunda umumnya adalah mendung dan hujan, namun gelombang laut tidak setinggi seperti bulan lalu.

Dengan demikian, waktu tempuh pelayaran dari Bakauheni ke Merak atau sebaliknya hanya berkisar dua sampai dua setengah jam.

Bulan lalu waktu tempuh pelayaran bisa mencapai empat sampai lima jam sehingga mengakibatkan penumpukan kendaraan di Pelabuhan Merak dan Banten.

Menurut Heru, sekarang tidak ada penumpukan truk barang di areal parkir Pelabuhan Bakauheni, karena kondisi pelayaran normal dan tidak ada peningkatan pengiriman barang dari Sumatera ke Jawa.

Pelabuhan Bakauheni dan Merak adalah pelabuhan penyeberangan utama yang menghubungkan Jawa dan Sumatera. Setiap hari sedikitnya 6.000 kendaraan diseberangkan dari Bakauheni ke Merak.

Truk barang dari Sumatera umumnya mengangkut hasil bumi dan peternakan yang akan dijual ke Pulau Jawa. Truk dari Jawa umumnya mengangkut hasil industri untuk memenuhi kebutuhan penduduk di berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Selain itu, ia juga menyebutkan kapal cepat yang melayari Bakauheni-Merak hingga sekarang belum dioperasikan.

Sementara itu, pantauan di jalan lintas Sumatera pada Rabu pagi menunjukkan arus truk barang menuju Pelabuhan Panjang dan Bakauheni tidak menunjukkan peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026