Sukadana (ANTARA LAMPUNG) - Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung mengupayakan peremajaan tanaman kopi robusta untuk meningkatkan produksi komoditas unggulan daerah itu.
"Tanaman yang sudah tidak produktif di Lampung Timur mencapai 160,75 hektare," kata Kepala Disbunhut Lampung Timur, Edwin Bangsaratoe di Sukadana, Minggu.
Ia mengatakan, dari luas total tanaman kopi robusta 1.061 hektare (ha), terdiri atas 74.25 hektare tanaman belum produktif, 826 hektare tanaman produktif dan 160,75 hektare tanaman tidak produktif karena rusak atau mati.
Ia mengatakan, peremajaan ini jika tidak dilakukan akan mengancam penurunan produksi kopi robusta di daerah itu sementara nilai ekonomisnya cukup tinggi sekarang ini.
"Pemkab akan menganggarkan peremajaan dan perluasan melalui APBD untuk peremajaan tanaman ini untuk mengganti tanaman yang sudah tidak menghasilkan," katanya.
Petani penanam kopi mencapai 8.590 orang, dengan produktivitas 660 kilogram per hektare, dan produksi 545,60 ton per tahun.
Tanaman kopi ini, katanya, tersebar di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Jabung seluas 136 hektare dengan produksi 58,2 ton, Batangharinuban seluas 152,1 hektare dengan produksi 118 ton.
Lalu, Kecamatan Ramanutara seluas 13,25 hektare dengan produksi 4,13 ton, Purbolinggo seluas 52 hektare dengan produksi 19,5 ton, Waybungur seluas 17,5 hektare dengan produksi 11,5 ton, Batanghari seluas 45,75 hektare dengan produksi 50,375 ton.
Kemudian, Kecamatan Metrokibang seluas 13,5 hektare dengan produksi 61,5 ton, Sekampung seluas 36,75 hektare dengan produksi 21,8 ton, Bumiagung seluas 39 hektare dengan produksi 13,4 hektare, Margatiga seluas 112 hektare dengan produksi 41,25 ton.
Selanjutnya, Kecamatan Labuhanratu seluas 40 hektare dengan produksi 13,5 ton, Margasekampung seluas tiga hektare dengan produksi 2,6 ton, Sekampungudik seluas 20 hektare dengan produksi 4,35 ton, Wawaykarya seluas 8,5 hektare dengan produksi 2,1 ton.
Selain itu, Kecamatan Melinting seluas 91,5 hektare dengan produksi 55,9 ton, 45,75 hektare dengan produksi 98,8 ton, Labuhanmaringgai seluas 24,5 hektare dengan produksi 11,1 ton, Bandarsribhawono seluas 53 hektare dengan produksi 24,5 ton.
Terakhir, Kecamatan Matarambaru seluas 13,5 hektare dengan produksi 4,2 ton, Pekalongan seluas 57 hektare dengan produksi 39 ton dan Sukadana seluas 42 hektare dengan produksi 23 ton.
Ia menambahkan, Pemkab akan berupaya memperluas tanaman tersebut karena potensi lahan yang tersedia masih cukup luas untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor perkebunan daerah itu. (ANTARA)
Lampung Timur Remajakan Tanaman Kopi Robusta
Pohon Kopi di Lampung (dokumentasi)
Pemkab akan menganggarkan peremajaan dan perluasan melalui APBD untuk peremajaan tanaman ini untuk mengganti tanaman yang sudah tidak menghasilkan."
