
Budidaya Sayuran Organik di Bandarlampung Meningkat

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Petani di Kemiling, Bandarlampung membudidayakan tanaman sayur mayur organik menyusul meningkatnya permintaan konsumen akan sayuran tersebut.
"Saya tidak menggunakan pupuk kimia untuk tanaman sayuran, tapi menggunakan bahan sampah organik dan kotoran hewan," kata Poniran petani sayur-mayur di Kemiling Bandarlampung, Minggu.
Ia mengakui, memiliki lahan sekitar 1,5 hektare tanaman sayuran yang ditanami kangkung, kol, sawi, cabai merah, cabai rawit, bayam, dan selada.
Menurut dia, untuk proses pertumbuhannya tanaman itu tidak menggunakan pupuk kimia melainkan pupuk organik seperti sampah dan kotoran sapi dan kambing. "Hasil nya juga cukup baik asal sesuai dengan komposisi yang benar saat pemberian pupuknya," kata dia.
Ia mengatakan, permintaan konsumen akan sayuran organik cukup tinggi mengingat banyak warga yang menginginkan komoditas itu tidak terkontaminasi bahan kimia yang bisa menggangu kesehatan.
Konsumen, kata dia, banyak yang langsung datang membeli sayur-mayur ke areal perkebunan sambil menikmati suasana sekitar kebun.
Harga sayur-mayur organik yang dijual menurut dia, hampir sama seperti sayuran yang menggunakan pupuk kimia.
Sebelumnya ia sempat memakai pupuk kimia untuk tanaman sayuran. Namun seiring tingginya harga pupuk ia memutuskan untuk beralih ke pupuk organik.
"Pupuk organik khususnya kotoran hewan banyak diperoleh karena di daerah saya banyak yang memelihara hewan ternak," katanya.
Sementara itu, Soleh petani lainnya mengatakan, dirinya memanfaatkan lahan seluas satu hektare untuk ditanami sayuran organik.
"Sejak beberapa tahun lalu, saya tida menggunakan pupuk kimia melainkan organik untuk tamanan sayuran," kata dia.
Ia menyebutkan, bahan pupuk organik mudah diperoleh mengingat di kawasan Kemiling terdapat pengelola sampah organik.
Menurut dia, harga sayuran organik yang dijual juga tidak terlalu mahal atau lebih mahal sedikit bila dibandingkan sayur-mayur yang biasa menggunakan pupuk anorganik.
"Jika harga bayam biasa dijual Rp2.000 per ikat. Untuk sayur bayam organik dijual Rp2.500 per ikat," jelas dia.
Pemilihan bibit untuk sayuran organik, kata dia, juga harus berkualitas baik sehingga hasil panennya juga bagus. (ANTARA)
Pewarta :
Editor:
Gatot Arifianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
