
Harga Getah Karet Lampung Anjlok

Kalianda (ANTARA LAMPUNG) - Harga komoditas getah karet petani di Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung anjlok dari Rp10.000 menjadi Rp5.000 per kilogram dalam sepekan terakhir.
"Kemungkinan kualitas getah karet menurun akibat mulai tingginya curah hujan yang membuat kadar air lebih banyak," kata petani karet, Mukhidi, di Desa Wawasan Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan, Senin.
Ia mengatakan, petani mulai resah dengan anjloknya harga karet karena berpotensi anjlok lebih banyak lagi jika intensitas hujan lebih tinggi memasuki musim penghujan nanti yang membuat pendapatan mereka berkurang drastis.
"Sekarang pendapatan petani sudah berkurang hingga 50 persen akibat penurunan ini," katanya.
Dijelaskan, biasanya menjelang musim penghujan atau bertepatan menjelang akhir tahun harga karet memang turun namun tidak mendadak seperti ini.
"Petani cukup trauma dengan penurunan harga karet yang terjadi pada tiga tahun lalu hanya Rp1.500 hingga Rp2.000 per kilogram," ujar dia.
Ia mengaku, sebenarnya petani sudah mulai gembira karena beberapa pekan ini sudah ada hujan meskipun intensiasnya masih rendah dan mampu meningkatkan produksi karet yang sebelumnya menurun drastis akibat kemarau.
Salah satu petani pengumpul setempat Supri mengatakan, harga karet memang turun cukup drastis dari pabrik sehingga pengumpul menurukan harga kepada petani karet, agar tidak rugi.
Ia menjelaskan, penurunan harga ini karena curah hujan di sejumlah daerah penghasil karet sudah tinggi yang membuat kadar air karet meningkat sehingga pembelian di pabrik juga ikut turun.
Menurut dia, getah karet basah terjadi penyusutan hingga 40 persen karena tingginya kadar air, sehingga jika harganya tetap tinggi pengumpul rugi karena sebagian terdiri dari air.
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
