Logo Header Antaranews Lampung

16 Tentara Asing Tewas Dalam Sehari

Minggu, 30 Oktober 2011 08:34 WIB
Image Print
Kelompok gerilyawan Taliban melawan pasukan Afghanistan dan tentara asing yang dipimpin NATO telah mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri mematikan tersebut."

Kabul (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO mengalami hari berdarah di Afghanistan pada saat aliansi militer itu kehilangan 16 anggota petugasnya pada Sabtu (29/10/).

Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan mobil sarat bahan peledak di samping satu konvoi militer di Barat Kabul pada tengah hari, menewaskan 13 tentara asing dan empat warga Afghanistan, termasuk tiga warga sipil dan seorang polisi, kata pernyataan resmi ISAF dan Afghanistan.

Seorang juru bicara ISAF tidak mengidentifikasi kebangsaan dari tentara yang tewas, tetapi semua korban dilaporkan berasal dari Amerika Serikat.

Kelompok gerilyawan Taliban melawan pasukan Afghanistan dan tentara asing yang dipimpin NATO telah mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri mematikan tersebut.

Seorang yang mengaku juru bicara Taliban, Qari Yusuf Ahmadi, mengatakan kepada media dari lokasi yang tidak diketahui menyebutkan bahwa pejuang Abdul Rahman yang melakukan pemboman bunuh diri itu.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengutuk keras serangan itu sebagai serangan pengecut teroris dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

Dalam serangan sebelumnya, di Provinsi Uruzgan Afghanistan Selatan, seorang pria dalam seragam militer Afghanistan menembak mati tiga tentara Australia dan seorang penerjemah lokal selama pelatihan pagi bagi tentara Afghanistan, kata seorang perwira tentara Afghanistan di wilayah Selatan Jenderal Abdul Hamid Wardak. (ANTARA).



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026