
Bulog Serap 43.000 Ton Beras Petani

"HPP baru itu dimaksudkan agar petani mau menjual berasnya ke Bulog,".
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Perum Bulog Divisi Regional Lampung sejak Januari hingga Agustus 2011 menyerap beras petani sebanyak 43.000 ton lebih dari target yang ditetapkan 125 ribu ton.
"Bulog Lampung baru mampu menyerap beras petani sebanyak itu dari target yang ditetapkan," kata Kepala Perum Bulog Divre Lampung, Bakrie, di Bandarlampung, Senin.
Menurutnya, tidak terserapnya beras petani oleh Bulog Lampung itu karena panen pada tahun ini diperkirakan turun dibandingkan tahun lalu.
Faktor iklim yang ekstrem berupa kemarau panjang hampir sepanjang tahun 2011, gangguan hama dan faktor lainnya menjadi penyebab turunnya hasil panen petani.
Selain itu, petani lebih memilih menjual gabah maupun berasnya ke pedagang mengingat harga jual yang lebih tinggi dibandingkan harga pembelian pemerintah (HPP).
Ia mengatakan, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8/2011, HPP gabah kering giling (GKG) Rp3.345 per kilogram, sedangkan HPP beras Rp5.060 per kg.
Namun sejak 3 Agustus 2011, Bulog Lampung menaikkan HPP gabah kering menjadi menjadi Rp4.100 per kg, dan untuk beras menjadi Rp6.100 per kg, sedangkan harga beras untuk kualitas medium di pasaran dijual Rp6.500 hingga Rp6.700 per kg.
"HPP baru itu dimaksudkan agar petani mau menjual berasnya ke Bulog," kata dia pula. (ANTARA).
Pewarta :
Editor:
M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
