
Perum Bulog Lampung siapkan penyaluran bantuan pangan tambahan

Dengan serapan gabah hingga awal Juli yang telah mencapai 411.898 ton dan penguasaan stok sebesar 301.811 ton setara beras
Bandarlampung (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung, tengah menyiapkan penyaluran bantuan pangan tambahan melalui optimalisasi penyerapan hasil panen petani di wilayahnya.
"Dengan serapan gabah hingga awal Juli yang telah mencapai 411.898 ton dan penguasaan stok sebesar 301.811 ton setara beras, kami memastikan kesiapan Bulog dalam mendukung penyaluran Program Bantuan Pangan Beras Tambahan sesuai penugasan pemerintah," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan pihaknya tengah menyiapkan Program Bantuan Pangan Beras Tambahan dengan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah melalui optimalisasi penyerapan hasil panen petani.
"Ketersediaan stok tersebut menjadi fondasi utama dalam mendukung penugasan pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan tambahan selama tiga bulan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung," katanya.
Dia menjelaskan penguatan stok melalui penyerapan hasil panen petani merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani.
"Kesiapan tersebut didukung oleh pengalaman Bulog Lampung yang telah berhasil menyelesaikan penyaluran bantuan pangan beras kepada 1.260.686 penerima bantuan pangan (PBP) di 15 kabupaten dan kota se Provinsi Lampung. Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak terkait dalam memastikan bantuan pangan tersalurkan secara efektif, tepat waktu, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan pemerintah," ucap dia.
Ia melanjutkan selain memastikan kecukupan stok, juga terus memperkuat pengendalian mutu beras melalui pemeriksaan kualitas secara berkala, optimalisasi pengelolaan pergudangan, kesiapan armada distribusi, serta koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan penyaluran berjalan efektif, tertib, serta tetap menjaga kualitas beras yang diterima oleh masyarakat.
Sebagai BUMN yang mendapat penugasan pemerintah di bidang pangan, kami senantiasa mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap proses bisnis.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyerapan gabah, pengelolaan stok, pengolahan, penyimpanan, hingga penyaluran bantuan pangan dilaksanakan melalui mekanisme administrasi, pencatatan, audit, serta pengawasan internal dan eksternal sesuai ketentuan perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen tersebut menjadi wujud konsistensi dalam menjaga akuntabilitas, transparansi, integritas, serta kepercayaan publik terhadap setiap pelaksanaan penugasan pemerintah," tambahnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga keseimbangan antara penyerapan produksi dalam negeri dan pemenuhan kebutuhan masyarakat menjadi peran strategis dalam mendukung program pemerintah di bidang pangan.
"Seluruh proses kami persiapkan secara matang, mulai dari pengendalian kualitas beras, kesiapan pergudangan, hingga distribusi, agar bantuan dapat tersalurkan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
