
Elpiji Di Way Kanan Langka

Waykanan (ANTARA LAMPUNG) - Peredaran elpiji di Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung langka sehingga melejitkan nilai jual matadagangan itu menjadi Rp25 ribu untuk ukuran 3 kilogram.
"Elpiji 3 kilogram sebelumnya Rp20 ribu. Untuk yang 12 kilogram harganya saat ini Rp125 ribu dari Rp90 ribu karena susah sekali untuk mendapatkannya," terang Dul Hadi, salah seorang pemilik toko kelontong di Kelurahan dan Kecamatan Belambangan Umpu, Way Kanan.
Harga elpiji dari pemasok untuk ukuran 3 kilogram menurut Dul Hadi seharga Rp23 ribu, adapun untuk ukuran 12 kilogram Rp100 ribu.
"Elpiji 12 kilogram sudah tidak ada lagi, yang 3 kilogram hanya ada lima buah," kata dia menjelaskan.
Ia melanjutkan, dirinya menerima pasokan dari Baturaja, Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah maksimal 8 buah untuk elpiji 3 kilogram sedang 12 kilogram tidak menerima.
"Pemasok dari Bukitkemuning, Lampung Utara yang biasa memasok 20 sampai dengan 25 elpiji 3 kilogram sudah jarang kemari," terang dia seraya menjelaskan kelangkaan elpiji berawal pertengahan Agustus atau Puasa Ramadhan 1432 Hijiriah.
Himpunan informasi dari masyarakat daerah itu, kelangkaan elpiji juga terjadi di Kecamatan Kasui dan Baradatu.
"Elpiji 12 kilogram di tempat kami sekarang harganya Rp130 ribu, naiknya cukup banyak, sekitar Rp40 ribu," kata warga Baradatu, Purwantini.
Aisyah, warga Kasui mengatakan dirinya cukup terkejut dengan kenaikan harga elpiji di daerahnya.
"Elpiji 3 kilogram naik Rp5 ribu, padahal baru ditinggal mudik ke Jawa sekitar satu minggu," kata dia.
Sebagian besar dari masyarakat Way kanan yang diwawancarai mengharap senada, pemerintah segera bertindak sigap menyikapi kelangkaan elpiji mengingat minyak tanah juga jarang ditemukan di daerah itu.
Selain elpiji, kelangkaan BBM juga terjadi di daerah itu sekitar tiga hari lalu sampai dengan hari ini, tiga SPBU yang ada di kabupaten itu juga terpantau dipadati masyarakat atau pengemudi arus balik yang harus antri sekitar 15 menit untuk mendapatkan bensin atau solar.
"Jangan bebani masyarakat dengan kelangkaan-kelangkaan yang beruntun seperti itu," ujar Aisyah.
(Ant)
Pewarta :
Editor:
Agusta Hidayatullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
