
Kementan sebut program PM AAS tambah produktivitas pertanian di Lampung

Provinsi Lampung ini jadi salah satu penyokong capaian produksi nasional, dan masuk lima besar, kalau Lampung terpuruk, nasional juga terpuruk
Lampung Tengah (ANTARA) - Pelaksana tugas Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Tin Latifah mengatakan bahwa adanya Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) akan menambah produktivitas pertanian padi di Lampung.
"Provinsi Lampung ini jadi salah satu penyokong capaian produksi nasional, dan masuk lima besar, kalau Lampung terpuruk, nasional juga terpuruk. Maka itu di Agustus ini luas tambah tanam (LTT) harus meningkat, salah satunya dengan mencapai target PM AAS sebanyak 35.100 hektare, ini bisa membantu meningkatkan produksi," ujar Plt Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian yang juga Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Lampung Tin Latifah di Lampung Tengah, Jumat.
Ia mengatakan dengan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung dalam penyediaan pupuk organik cair dalam penerapan PM AAS menjadi salah satu instrumen penting dalam mencapai peningkatan produksi.
"Dukungan pupuk organik cair ini jadi bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada petani. Produktivitas tiap tahun memang stagnan sekitar 5 ton per hektare, melalui penerapan PM AAS ini kita berharap bisa mencapai produksi rata-rata 11,2 per hektare di tengah kondisi air yang sedikit beberapa waktu terakhir ini," katanya.
Dia menjelaskan dengan penerapan PM AAS yang diterapkan di berbagai provinsi, salah satunya Provinsi Lampung dapat meningkatkan semangat petani untuk terus meningkatkan produktivitas.
"Saya berharap ini jadi penyemangat kita semua, ke depan kalau sudah masuk musim hujan, semua bisa menanam menggunakan metode PM AAS supaya produktivitas Lampung meningkat tidak hanya 5 ton per hektare tapi bisa lebih dari 10 ton per hektare," ucap dia.
Menurut dia, Lampung harus ikut serta berperan memastikan swasembada pangan khususnya beras tetap berkelanjutan di 2026, dengan menjaga produktivitas pertanian.
"Dengan swasembada yang berkelanjutan, maka tidak perlu impor jadi semua bisa dipenuhi dari produksi sendiri, dan Kabupaten Lampung Tengah jadi kabupaten penyangga terbesar di Lampung harus bisa menjaga produktivitas juga," tambahnya.
Menurut dia, pihaknya pun telah berkomunikasi dengan BBWS untuk memastikan ketersediaan air untuk petani di musim kering.
"Kami sudah melakukan komitmen dengan BBWS untuk membuka air sampai akhir September, dengan harapan Oktober sudah turun hujan. Oleh karena itu semua harus menjaga air agar bisa dimanfaatkan dengan baik, dan Lampung bisa mencapai target luas tambah tanam," ujar dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
