Logo Header Antaranews Lampung

Ini 29 Titik Rawan Kecelakaan Di Lampung

Jumat, 5 Agustus 2011 11:19 WIB
Image Print
Tanjakan Tarahan, Salah satu Jalur Rawan Kecelakaan di Lampung (Istimewa)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Kepolisian Daerah Lampung meminta kendaraan berhati-hati di jalur rawan kecelakaan, khususnya jalan lintas Sumatera pada arus mudik maupun balik lebaran.

Kepala Biro Operasi Polda Lampung, Kombes Rahyono menyebutkan, ke-29 titik rawan kecelakaan itu terdapat di kabupaten dan kota di daerah itu.

Karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kendaraan, dia mengharapkan pengemudi kendaraan pribadi, umum, bus, truk maupun sepeda motor untuk berhati-hati melintasi titik-titik rawan kecelakaan tersebut maupun di jalan-jalan utama lainnya.

"Sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan," katanya.

Titik-titik rawan kecelakan lalu lintas itu, yakni wilayah Kabupaten Waykanan di Desa Negeri Baru, tepatnya kilometer 198-199, kemudian di Kabupaten Lampung Utara kilometer 140-142 Abung Barat, Abung Selatan (Km 122-124), Blambangan Pasir (Km 94-95) dan Gunung Panggung (Km 54-56).

Kemudian, Kabupaten Lampung Barat di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) kilometer 86, Marang Pesisir (Km 23) dan Bengkunat (Km 87).

Selanjutnya, Kabupaten Tanggamus sekitar Gisting (Km 77-78), Tanjung Pugung (Km 62-64), Gading Rejo (Km 33-35) dan Pagelaran (Km 44-51), di Bandarlampung Jl Antasari, Jl Sultan Agung, Jl Yos Sudarso dan Jl Soekarno-Hatta.

Untuk Kabupaten Tulangbawang, kawasan rawan kecelakaan terdapat di Simpang Mesuji (Km 180), Menggala Timur (Km 128-132), sedangkan daerah rawan kecelakaan di Kabupaten Lampung Timur, yakni Way Bungur (Km 95), Mataram Baru (Km 105) dan Labuhan Ratu (Km 135).

Kabupaten Lampung Tengah, yakni Gunung Sugih (Km 88-89), Terbanggi Besar (Km 57-59) dan Panggungan (Km 54-56).

Sementara itu, di Kabupaten Lampung Selatan, titik rawan kecelakaan, yakni di Jl A Yani Gedung Tataan, Rangai Tarahan (Km 16-17), Wayharong Kalianda (Km 50-51) dan Bakauheni (Km 81-81).

Di sisi lain pengerjaan perbaikan jembatan Cakat Kabupaten Tulangbawang yang merupakan jalur jalan lintas timur Sumatera hingga sekarang belum selesai dan berpengaruh pada angkutan Idul Fitri 1432 H.

"Perbaikan jembatan itu diperkirakan pekerjaan konstruksinya belum selesai hingga Idul Fitri," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Erman Hendrawan.

Kini jembatan Cakat hanya bisa dilewati kendaraan pribadi bergantian, sementara kerusakan ditutup dengan kayu agar bisa dilewati. Di sisi jembatan Cakat itu tengah dikerjakan perbaikan jembatan lainnya yang belum akan selesai hingga lebaran.

Ia menyebutkan, jalan itu merupakan jalur utama kendaraan yang melintasi jalan lintas Timur Sumatera.

(Ant)

(



Pewarta :
Editor: Agusta Hidayatullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026