Logo Header Antaranews Lampung

Pencarian Turis Asing Terhambat Cuaca

Rabu, 27 Juli 2011 15:02 WIB
Image Print
Seorang turis asing sedang bersiap-siap untuk melakukan selancar di pantai Tanjung Setia, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, baru-baru ini. (Foto ANTARA / M.Tohamaksun).
"Penyisiran melalui udara telah dilakukan selama tiga hari,"

Lampung Barat (ANTARA LAMPUNG) - Gelombang tinggi di Perairan Pesisir membuat petugas kesulitan menemukan jasad wisatawan asing yang berasal dari Amerika, yang tenggelam di Pantai Karang Nyimbor, Kecamatan Pesisir Selatan, Lampung Barat pada Minggu 24 Juli lalu.

"Angin kencang dan disertai tinginya gelombang di perairan pesisir Lampung Barat membuat tim kesulitan mencari jasad turis yang tenggelam itu, bahkan petugas hampir menyerah melawan kondisi perairan yang ektrim tersebut" kata tim penyelam Cosdi Lampung Barat, Nasdan, sekitar 346 km dari Bandarlampung, di karang Ngimbor, Rabu.

Dia menjelaskan, petugas melakukan pencarian dengan menyelam maupun melakukan penyisiran melalui udara menggunakan helikopter.

Menurut dia, kecil kemungkinan jasad turis tersebut ditemukan melihat tingginya gelombang dan buruknya cuaca yang terjadi di perairan Pesisir Lampung Barat.

"Meskipun sulit kami tetap mencari keberadaan jasad turis tersebut, untuk meningkatkan pencarian menurut rencana tim sar akan mendatangkan kembali satu helikopter untuk menyusuri kawasan perairan di perbatasan Provinsi Bengkulu," kata dia.

Menurut Nasdan, pengaruh angin barat membuat perairan pesisir menjadi ekstrim, dan dipastikan jasad turis tersebut terbawa arus bawah laut yang hingga kini sulit terpantau.

"Biasanya jasad akan timbul jika sudah lima hingga tujuh hari tetapi yang kami takutkan jasad tersebut tersangkut dasar karang dan tak bisa keluar," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Lampung Barat, Mulyono mengatakan, petugas terus melakukan pemantauan di darat dan di udara untuk menumukan jasad turis asing tersebut.

"Pencarian terus dilanjutkan, tingginya gelombang tidak dimungkinkan pencarian dilakukan melalaui menyelam, sebab beresiko tinggi, dan petugas lebih memfokuskan pencarian melalalui udara menggunakan helkikopter," kata dia.

Dia mengakui, tingginya gelombang pesisir membuat pencarian tidak maksimal, sehingga petugas perlu menambah personil guna mengefektifkan penyisiran.

"Penyisiran melalui udara telah dilakukan selama tiga hari, tapi hingga kini belum membuahkan hasil, dan beberapa tim juga melakukan penyisiran pantai yang berada di perbatasan, sebab dimungkinkan jasab turis tersebut terseret arus bawah laut hingga di perairan Bengkulu," katanya.

Diberitakan sebelumnya turis asing berasal dari Amerika bernama Daniel Bobis (32) yang berprofesi sebagai guru melakukan kunjungan wisata di Pantai Karang Ngimbor pada tanggal 21 juli dan menginap di Hotel wisata peristiwa tenggelamnya turis Amerikan tersebut berawal dirinya hendak melakukan surfing di pantai Karang Nyimbor tersebut pada Minggu 24 Juli sekitar pukul 08.00 WIB.

Melihat kondisi perairan yang tinggi membuat turis tersebut bersemangat melakukan olahrag air itu, namun naas gelombang tinggi itu menghantam tubuh Daniel membuat tali papan surfing miliknya terputus, tubuh turis tersebut tergulung ombak dan kemudian tenggelam.

Menurut penuturan istri korban, korban memang belum pandai berenang di laut.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan berasal dari TNI Angkata Udara Palembang, asosiasi Penyelam Cosdi Lampung Barat, Direktorat Polisi Air Polda Lampung pos Bengkunat, Polres Lampung Barat, terus melakukan penyisiran, untuk menemukan jasad wisatawan asing tersebut.
(Ant)



Pewarta :
Editor: M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026