
Wah, Lampung Mati Lampu Lagi

Perbaikan jaringan itu harus dilakukan agar tidak ada ancaman pemadaman selama Ramadan,"
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - PLN Wilayah Lampung menyatakan, pemadaman bergilir akibat adanya aktivitas peningkatan kualitas kelistrikan jelang Ramadan di daerah itu akan berlangsung hingga 28 Juli 2011, sejak Selasa (19/7) kemarin.
Manager divisi Humas PLN Wilayah Lampung, Sumargo, di Bandarlampung, Rabu, mengatakan, terkait perbaikan jaringan itu, jaringan listrik di Lampung akan mengalami defisit kehilangan daya sedikitnya 100 Megawatt (MW) selama kurang lebih 10 hari, mulai 19 Juli 2011 lalu.
"Perbaikan jaringan itu harus dilakukan agar tidak ada ancaman pemadaman selama Ramadan," kata dia.
Sumargo menjelaskan, PLN melakukan pemeliharaan dan perbaikan di salah satu pembangkit PLTU Tarahan serta perbaikan kawat penghantar transmisi dari Sumatera Selatan ke Provinsi Lampung.
Pekerjaan peningkatan kualitas dan kelistrikan itu diperkirakan akan berlangsung pada 19 hingga 28 Juli 2011.
Selama pekerjaan berlangsung, Lampung akan mengalami keterbatasan daya pada waktu-waktu tertentu, utamanya saat beban puncak antara pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Akibat hal itu, pemadaman bergilir menjadi solusi pemecahan sementara agar distribusi listrik tetap dapat terbagi secara merata.
Beban puncak tertinggi Lampung saat malam hari pernah mencapai 509 MW, yang artinya menjadi patokan jumlah pasokan energi listrik yang harus dipenuhi PLN saat ini.
Pada akhir 2011, dengan beroperasinya satu unit mesin PLTU Sebalang yang diperkirakan akan menghasilkan pasokan energi sebesar 80 MegaWatt (MW).
Sementara itu, pada akhir pertengahan tahun 2011, PLN Wilayah Lampung memperoleh pasokan energi tambahan dari jaringan Sistem Interkoneksi Sumatera sebesar 200 MW.
Dengan pembangkit yang ada saat ini, PLN Wilayah Lampung mampu memasok energi listrik sedikitnya 320 MW.
(Ant)
Pewarta :
Editor:
Agus Setyawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
