
Polisi Temukan Mayat Anonim Tanpa Kepala  Â

Saat ditemukan korban mengenakan baju kaos warna hitam dan celana jeans sebatas lutut merk grand,L berukuran 27,"
Waykanan (ANTARA Lampung) Kepolisian Resor Waykanan mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera melapor sehubungan penemuan mayat anonim tanpa kepala di kilometer 170,5 Kampung Tanjungraja Giham, Kecamatan Blambanganumpu.
Kapolsek Blambanganumpu Komisaris Polisi Mukhlis mewakili Kapolres Waykanan AKBP Agus Prianto menyatakan mayat yang ditemukan Minggu (10/7) sekitar pukul 16.30 WIB masih berada di kamar mayat RSUD ZA Pagar Alam sampai dengan saat ini dan belum ada pihak yang menghubungi pihaknya.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait penemuan mayat tersebut, dugaan sementara ialah tertabrak kereta api. Dugaan lain semisal pembunuhan belum ada. Karena itu bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, kami persilahkan cek ke RSUD ZA Pagar Alam sehubungan sampai dengan saat ini mayat tanpa identitas itu masih disana," kata dia, Senin malam, di Blambanganumpu.
Mayat tanpa identitas itu ditemukan tergeletak tidak jauh dari rel kereta api jurusan Palembang-Tanjungkarang. Jenis kelamin lelaki, berusia sekitar 20 sampai dengan 25 tahun dengan tinggi tubuh 155 centimeter, rambut hitam lurus pendek dan mengenakan sandal kulit berwarna hitam merk zego.
"Saat ditemukan korban mengenakan baju kaos warna hitam dan celana jeans sebatas lutut merk grand berukuran 27," kata dia menjelaskan.
Dia menambahkan, petunjuk yang sedikit tersebut diharapkan bisa membuat keluarga yang kehilangan salah satu anggotanya mengenali korban sehubungan ciri-cirinya saja yang dapat diidentifikasi, sementara identitas lain tidak ditemukan di jasad korban.
Kepolisian Resor Waykanan menemukan mayat anonim tersebut berdasarkan laporan salah seorang pegawai stasiun Blambanganumpu.
"Atas laporan tersebut kami meluncur kelokasi dan benar ada mayat di sekitar rel kereta api," imbuh dia.
Saat ditemukan, lanjut dia, kepala korban ditemukan terpisah sekitar lima meter dari tubuhnya. Adapun tangan dan kaki kirinya juga terpisah.
"Dengan bantuan warga, kami bawa mayat tersebut ke RSUD ZA Pagar Alam dan saat ini masih berada di kamar mayat untuk dilakukan visum guna melengkapi penyelidikan," pungkasnya
(ANTARA/Gatot Arifianto)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
