
BBM Kembali Sulit Didapatkan Di Lampung

Antrean panjang kemarin yang ditemukan di sejumlah SPBU lebih disebabkan karena perilaku masyarakat yang panik
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Bahan bakar minyak (BBM) kembali sulit didapatkan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Provinsi Lampung meski pihak Pertamina telah menyatakan bahwa stok premium dan solar masih cukup memenuhi kebutuhan daerah itu.
Sejumlah warga Bandarlampung, Minggu pagi, menyatakan mereka sulit mendapatkan premium karena stoknya habis di sejumlah SPBU, termasuk di kawasan jalan lintas Sumatra.
"Saya coba mendapatkan bensin di jalinsum dengan datang ke SPBU Sukarame dan Kalibalok, ternyata stoknya habis. Terpaksa saya mendatangi SPBU Antasari dan bisa mendapatkannya, namun harus mengantre panjang," kata David, salah satu warga Bandarlampung.
Ia menyatakan mengisi bensin motornya secukupnya saja.
Beberapa warga lainnya menyatakan kondisi stok BBM yang kerap habis, menyebabkan mereka memilih mengisi penuh tangki kendaraannya, karena khawatir tidak mendapatkan BBM.
"Sekarang ini kalau isi tangki mobil tinggal setengah, langsung saya isi penuh untuk jaga-jaga saja," kata Duan, salah satu warga lainnya.
Antrean panjang terdapat di stasiun pengisian premium dan solar, namun hal itu belum berdampak besar terhadap penjualan pertamax. Antrean kendaraan di stasiun pengisian pertamax masih pendek sebagaimana hari-hari sebelumnya.
Sehubungan premium dan solar mulai sulit didapatkan di sebagian daerah Lampung, kalangan warga mengharapkan pemerintah segera mengatasinya.
Sejumlah warga memandang harga BBM sebaiknya dinaikkan agar kelangkaan bahan bakar itu bisa segera teratasi.
"Ketika harga premium Rp6.000/liter, warga tetap mampu membelinya. Artinya, kenaikan harga BBM sebenarnya bisa diterima asalkan pasokan bahan bakar itu lancar sehingga warga bisa mudah mendapatkannya," kata salah satu warga di kawasan SPBU Sukarame yang enggan disebutkan namanya.
Sebelumnya, Asisten Manajer Hubungan Eksternal PT Pertamina Regional II Wilayah Sumatera Bagian Selatan, Roberth MV, mengatakan Terminal Panjang Bandarlampung akan melayani pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) sampai pukul 02.00 WIB setiap harinya.
Menurutnya, kondisi persediaan BBM di Lampung masih aman, dengan kisaran konsumsi premium perhari sebesar 11,1 kiloliter dan solar 9 kiloliter per hari, dengan ketersediaan SPBU sebanyak 124 unit.
Dia menambahkan, penyaluran BBM bersubsidi di Lampung telah memenuhi kuota yang ditentukan BPH Migas dan Pemerintah.
"Antrean panjang kemarin yang ditemukan di sejumlah SPBU lebih disebabkan karena perilaku masyarakat yang panik," katanya.
Justru kondisi itu, dia menambahkan, memperburuk keadaan, karena persediaan BBM di SPBU semakin menipis dan penyalurannya tidak tepat sasaran.
Menurut dia, rata-rata penyaluran premium secara normal di tahun 2011 mencapai 1.772 kl/hari dan penyaluran jenis bahan bakar solar 1.273 kiloliter. (ANTARA/H009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
