Bandarlampung (ANTARA) -
Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC) kembali menggelar turnamen "Padel for Hope Vol. 2" pada 8–10 Mei 2026 di KALMA Social Club, Jakarta.
Ajang olahraga ini sekaligus menjadi gerakan penggalangan dana untuk membangun rumah singgah kelima di RS Kemenkes Surabaya dan ruang tunggu keluarga di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung.
Turnamen yang mengusung semangat Hari Keluarga Internasional dengan motivasi “Play for a Cause” ini diikuti oleh lebih dari 260 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pegiat olahraga, figur publik, hingga masyarakat umum.
Ketua Yayasan RMHC, Caroline Djajadiningrat, dalam keterangannya Jumat (22/5) menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kepedulian sosial ini.
Menurutnya, kontribusi para peserta dan mitra sponsor sangat krusial dalam memperluas fasilitas bagi keluarga pasien anak yang sedang berjuang melawan penyakit kronis.
"Padel for Hope bukan sekadar ajang olahraga, tetapi gerakan kolektif yang menyatukan masyarakat untuk menghadirkan harapan bagi keluarga pasien anak dengan penyakit kronis di Indonesia," ujar Caroline.
Urgensi fasilitas rumah singgah di daerah
Kebutuhan akan tempat beralih sementara yang layak dinilai masih sangat mendesak. Berdasarkan data internal RS Kemenkes Surabaya, sekitar 70 persen pasien anak berasal dari luar daerah seperti Banyuwangi, Jember, Madiun, hingga Madura, dengan waktu tempuh perjalanan mencapai 10 jam.
Sebanyak 30 persen di antaranya merupakan pasien penyakit kronis seperti kanker, jantung, dan gangguan ginjal yang memerlukan penanganan jangka panjang. Selama masa pengobatan, keluarga pasien diestimasi harus mengeluarkan biaya akomodasi dan logistik hingga Rp8,5 juta per bulan.
Beban finansial yang tinggi tersebut memaksa sejumlah orang tua pasien terpaksa tidur di selasar rumah sakit, masjid, hingga pom bensin agar tetap bisa mendampingi anak mereka.
Pengalaman tersebut turut dirasakan oleh Elfridus, salah satu orang tua pasien asal Denpasar yang mendampingi anaknya berjuang melawan leukemia. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas rumah singgah gratis yang dekat dengan rumah sakit.
"Dengan adanya rumah singgah yang nyaman, gratis, dan dekat dengan rumah sakit, kami bisa beristirahat dan tetap memantau kondisi anak setiap waktu," kata Elfridus.
Solusi Nyata dan Komitmen Berkelanjutan
Hingga saat ini, Yayasan RMHC telah mengoperasikan empat rumah singgah yang tersebar di Jakarta (Lebak Bulus, Kiara RSCM, Kemanggisan) dan Denpasar. Secara kumulatif, fasilitas tersebut telah melayani lebih dari 23.000 keluarga dengan total lebih dari 66.000 malam menginap.
Selain rumah singgah gratis berkapasitas 33 kamar yang tengah disiapkan di Surabaya, RMHC juga membangun ruang tunggu keluarga di dalam rumah sakit guna memfasilitasi waktu istirahat yang lebih layak bagi para perawat pasien.
Aksi sosial ini turut mendapat dukungan penuh dari sektor swasta, salah satunya McDonald’s Indonesia yang kembali bertindak sebagai sponsor utama.
Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia, Meta Rostiawati, menyatakan bahwa partisipasi perusahaan dalam agenda ini sejalan dengan komitmen jangka panjang dan nilai gotong royong yang diusung perusahaan.
"Melihat antusiasme ratusan masyarakat datang bertanding, berbagi, dan membantu sesama melalui turnamen Padel for Hope Vol. 2 ini, menjadi pengingat bahwa niat baik lahir dari momen kebersamaan yang hangat dan saling menguatkan," tutur Meta.
Meski rangkaian turnamen telah berakhir, Yayasan RMHC tetap membuka kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin berdonasi dan berkontribusi dalam pembangunan rumah singgah serta ruang tunggu keluarga baru ini melalui tautan resmi bit.ly/padelforhopevol2.