Bandarlampung (ANTARA) - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebutkan bahwa pelaksanaan kebijakan Work From Anywhere (WFA) di Kota Bandarlampung berjalan dengan baik.

"Kami datang ke sini guna melakukan pemantauan secara langsung tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Hasilnya, pelaksanaan WFA di Bandarlampung berjalan baik tanpa mengganggu pelayanan publik," kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus di Bandarlampung, Jumat.

Wamendagri mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung yang dari hasil pemantauan, baik Aparatus Sipil Negara (ASN) yang bekerja dari kantor (WFO) maupun yang WFA, pelayanan tetap berjalan optimal.

"Kami melakukan pemantauan di sejumlah titik layanan publik, termasuk mal pelayanan publik, fasilitas kesehatan, serta kantor kecamatan. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh loket pelayanan tetap beroperasi normal, dengan petugas yang hadir lengkap seperti biasa," katanya.

Selain itu, lanjut dia, beberapa unit layanan strategis seperti layanan darurat, kebencanaan, pemadam kebakaran, serta fasilitas kesehatan, tetap diwajibkan bekerja dari kantor guna memastikan kesiapsiagaan.

"Di salah satu rumah sakit yang kami kunjungi, kehadiran tenaga medis, termasuk dokter dan tenaga kebidanan, dinyatakan lengkap dengan layanan yang berjalan tanpa penurunan kualitas,* kata dia.

Kemudian untuk tingkat kecamatan hingga pimpinan daerah, seperti wali kota, wakil wali kota, serta pejabat struktural tertentu, juga dikecualikan dari kebijakan WFA dan tetap menjalankan tugas dari kantor.

"Saat ini penerapan WFA di Bandarlampung masih berada pada tahap transisi dengan porsi sekitar 25 persen pegawai. Ke depan persentase tersebut direncanakan akan meningkat secara bertahap hingga 50 persen, sesuai evaluasi pemerintah daerah," kata dia.

Sementara itu Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan kunjungan Wamendagri ke pemkot setempat bakal menjadi bahan evaluasi khususnya dalam meningkatkan kinerja ASN.

"Kunjungan Wamendagri tersebut dilakukan secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tentunya kami mengapresiasi kunjungan tersebut, karena akan dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah kota, khususnya dalam meningkatkan kinerja ASN," kata dia.

Eva menambahkan saat ini penerapan WFA di lingkungan Pemkot Bandarlampung masih sekitar 20 persen dan akan segera ditingkatkan secara bertahap.

"Insya Allah minggu depan akan kami rapatkan kembali, dan ke depan targetnya WFA di kota ini bisa mencapai 50 persen sesuai arahan pemerintah pusat," katanya.