Bandarlampung (ANTARA) - Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) menggelar kegiatan pengamatan fenomena gerhana bulan total yang diperkirakan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026. 

"Fenomena yang terjadi bertepatan dengan bulan suci Ramadhan ini dapat diamati di wilayah Pasifik, termasuk seluruh Indonesia," kata Peneliti OAIL yang juga dosen Program Studi Sains, Atmosfer, dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera) Annisa Novia dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan pengamatan akan dilakukan secara terbatas dan dipusatkan di Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera. Dalam pengamatan OAIL akan menggunakan empat teleskop jenis Meade LX-90 8" f/10 (Schmidt-Cassegrain), Baride Optics A-102 f/10 (Refraktor), Utopia III B, dan Celestron C-11. 

“Gerhana bulan total terjadi ketika bulan sepenuhnya memasuki bayangan inti bumi (umbra), sehingga cahaya matahari tidak langsung mencapai permukaan bulan. Pada fase ini, bulan akan tampak berwarna merah tua atau cokelat kemerahan,” kata dia.

Berdasarkan perhitungan geosentris, lanjut dia, gerhana diawali fase penumbra pada pukul 15.44 WIB (P1). Fase sebagian dimulai saat bulan memasuki umbra pada pukul 16.50 WIB (U1). Fase totalitas terjadi pada pukul 18.04 WIB (U2), dengan puncak gerhana pada pukul 18.33 WIB. 

"Gerhana total berakhir pukul 19.02 WIB (U3), diikuti akhir fase sebagian pada pukul 20.17 WIB (U4), dan berakhirnya fase penumbra pada pukul 21.22 WIB (P4).l," kata dia.

Annisa menjelaskan, di lokasi pengamatan Itera, bulan terbit pada pukul 18.12 WIB. Dengan demikian, saat bulan mulai tampak di ufuk timur, gerhana telah memasuki fase total dan akan menuju puncak pada pukul 18.33 WIB. 

"Sementara itu, fase awal gerhana (penumbra dan sebagian) tidak dapat diamati dari Itera karena bulan masih berada di bawah horizon," kata dia.

Untuk kegiatan ini, OAIL tidak membuka pengamatan bagi publik. Pengamatan dilakukan secara internal oleh tim peneliti, pengelola, asisten OAIL, serta sejumlah mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen guna keperluan pengambilan data dan penelitian.

"Meski demikian, masyarakat tetap dapat menyaksikan fenomena tersebut melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi OAIL. OAIL mengajak masyarakat mengikuti siaran tersebut untuk menikmati keindahan gerhana bulan total 3 Maret 2026 dari mana saja," kata dia.

Baca juga: Mahasiswa KKN Tematik 23 Itera olah limbah kulit kopi jadi kerupuk cascara

Baca juga: RCMC: Itera mampu optimalkan teleskop hasilkan beragam data

Baca juga: Dosen Itera petakan sumber air bersih di Aceh pasca bencana