Bandarlampung (ANTARA) - Institut Teknologi Sumatera (Itera) dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan teleskop Ofyar Z Tamin (OZT)–Astelco Lunar Telescope System (ALTS), yang merupakan hibah Pemerintah Arab Saudi untuk pengamatan bulan, hingga menghasilkan beragam data dan riset terkini di bidang astronomi.

"Kami mengapresiasi Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) yang berhasil mengoptimalkan pemanfaatan teleskop ini hingga menghasilkan beragam data dan riset terkini di bidang astronomi," kata Chief Program Management Officer Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) Arab Saudi, Saad Al Wabel dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Senin.

Ia menyampaikan bahwa RCMC melaksanakan kunjungan ke Itera untuk meninjau langsung pemanfaatan Teleskop Ofyar Z Tamin (OZT)–Astelco Lunar Telescope System (ALTS). Keberhasilan Itera dalam pemanfaatan teleskop ini direncanakan menjadi model percontohan pengembangan yang serupa di sejumlah negara, seperti Selandia Baru dan AS, khususnya di Hawaii.

"Kunjungan ini bertujuan memastikan program ilmiah Pemerintah Arab Saudi berjalan secara optimal. Evaluasi juga dilakukan untuk menilai kondisi fasilitas, lingkungan operasional, serta keberlanjutan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara global," kata dia.

Ia mengapresiasi komitmen Itera dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas teleskop tersebut, meskipun belum terjalin kerja sama formal secara langsung.

"Namun semangat keilmuan yang dibangun menjadi modal penting dalam pengembangan kerja sama observatorium sebagai pusat kajian astronomi," kata dia.

Saad menegaskan, teleskop yang difokuskan untuk pengamatan bulan tidak hanya memiliki fungsi keagamaan, seperti penentuan awal bulan (hilal), tetapi juga kekuatan besar dari sisi sains dan keilmuan dalam memperkuat persatuan umat Islam. Integrasi ilmu pengetahuan dan kehidupan keagamaan, dapat menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban Islam yang lebih maju dan inklusif.

“Kami ingin mengembangkan kerja sama ini hingga ke tingkat tertinggi, melalui pemikiran para ilmuwan dan keterampilan para ahli, untuk membawa kita menuju era baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Saad.

Baca juga: Itera-Pemprov Lampung matangkan pengoperasian Smart BRT

Baca juga: Mahasiswa KKN Itera ubah air payau jadi layak konsumsi di Desa Sukorahayu

Baca juga: Mahasiswa KKN Itera tanam mangrove di Kawasan Konservasi Way Kambas