Bandarlampung (ANTARA) - Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa pentas seni dan budaya merupakan wujud nyata dalam menjaga serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Sebelumnya, Kodam XXI/Radin Inten menyelenggarakan kegiatan pentas seni dan budaya dalam rangka peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025 sekaligus doa bersama mengawali Tahun 2026.
"Selain itu, melalui kegiatan ini kami juga melakukan refleksi serta memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Lampung, senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya," ujar Kristomei, dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga sarana pelestarian budaya Lampung sekaligus penguatan kebersamaan masyarakat.
Budaya daerah, lanjut Akmil 97 itu, merupakan identitas dan kekuatan sosial yang mampu merekatkan persatuan di tengah keberagaman.
Selain doa bersama, kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera. Panitia pun membuka penggalangan dana secara terbuka melalui sistem QRIS.
Kemudian, pentas seni ini juga menggelar pementasan para seniman dalam penampilan seni budaya, antara lain musik campursari, Tari Sigeh Pengunten, Tari Prajurit, hingga pagelaran wayang kulit dengan lakon Bimo Krido.
Pagelaran wayang tersebut dibawakan oleh dalang Ki Sigit Mursito Endrat, dalang cilik Ki Nareswara Praba, dan Ki Ir Harjanto. Pangdam XXI/Radin Inten juga menyerahkan tokoh wayang kepada para dalang sebagai simbol komitmen pelestarian budaya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi acara perdana Kodam XXI/Radin Inten yang diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat Lampung, sebagai penanda eksistensi dan kesiapan satuan dalam menjalankan tugas pertahanan serta pengabdian kepada rakyat.
Dalam kesempatan yang sama, Pangdam turut mengumumkan pembukaan rekrutmen calon prajurit TNI AD untuk Bintara dan Tamtama pada periode Januari hingga Februari 2026.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi inisiatif Kodam XXI/Radin Inten yang mengemas peringatan Hari Juang TNI AD melalui pendekatan seni dan budaya lokal.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya Lampung.
"Pentas seni dan budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi pengingat bahwa setiap langkah pembangunan harus dilandasi kebersamaan dan persatuan," ujar Mirza.
Gubernur menambahkan Lampung merupakan daerah majemuk dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut akan menjadi kekuatan apabila dirawat dan dijaga bersama.
Memasuki Tahun 2026, Mirza mengajak seluruh elemen untuk menghadapi tantangan pembangunan secara kolaboratif, mulai dari persoalan lingkungan, ekonomi, hingga penguatan sumber daya manusia.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi kepada Kodam XXI/Radin Inten atas dedikasi dan peran aktifnya dalam menjaga keamanan serta kebersamaan di Bumi Ruwa Jurai," pungkasnya.
Baca juga: Kodam XXI/Radin Inten pererat kebersamaan dengan masyarakat lewat seni
Baca juga: Itera dan Kodam Radin Inten perkuat sinergi untuk pembangunan daerah
Baca juga: TNI perkuat sinergi dengan BEM dan media di Lampung demi ciptakan persatuan