
Kodam XXI/Raden Inten bangun jembatan gantung di Lampung Timur

Khusus di Way Bungur, akan dibangun Jembatan Perintis Garuda sepanjang 120 meter
Lampung Timur (ANTARA) - TNI AD memulai pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dan Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi turut hadir dalam prosesi peletakan batu pertama atau ground breaking Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kali Pasir, Rabu.
Kasdam XII/Raden Inten, Brigjen TNI Andrian Susanto, dan Danrem 043/Garuda Hitam, yang memimpin langsung kegiatan tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di bawah naungan Kodam XXI/Raden Inten dengan 20 titik pembangunan jembatan Gantung Garuda.
Kehadiran TNI AD melalui proyek ini menegaskan komitmen mereka untuk hadir di tengah masyarakat dan membantu percepatan pembangunan daerah.
Tidak hanya itu, prajurit TNI di lingkungan Kodam XXI/Raden Inten mengoptimalkan serta menyukseskan program ini.
Warga setempat menyaksikan momen bersejarah yang akan mengubah akses transportasi di desa mereka.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, atas nama pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan ground breaking pembangunan jembatan gantung di wilayahnya.
"Khusus di Way Bungur, akan dibangun Jembatan Perintis Garuda sepanjang 120 meter. Pembangunan ini hasil kerjasama lintas sektor antara TNI, Pemprov, dan Pemkab Lampung Timur sebagai upaya mempercepat aksesibilitas warga di wilayah pelosok," jelas Ela dalam keterangannya.
Pangdam XXI/Radin Inten dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasdam XXI/Raden intan, Brigjen TNI Andrian Susanto, menyampaikan Jembatan Gantung Garuda berfungsi sebagai solusi jangka menengah untuk membuka kembali konektivitas antarwilayah yang sempat terputus, sekaligus menjadi simbol gotong royong antara TNI dan pemerintah daerah
Ia menyebutkan untuk wilayah Kodam Raden Inten, terdapat 20 titik, yang diantaranya 10 Titik di wilayah Provinsi Lampung dan 10 Titik di wilayah Provinsi Bengkulu.
"Kehadiran TNI melalui proyek ini menegaskan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat dan membantu percepatan pembangunan daerah sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat," kata dia.
Brigjen Andrian berharap infrastruktur ini dapat mempermudah akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Lampung Timur.
Sementara itu, pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terus mempersiapkan rencana pembangunan jembatan permanen.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saat ini fokus menyelesaikan proses pembebasan lahan agar proyek jangka panjang tersebut berjalan lancar.
Keberadaan jembatan baru ini diharapkan menjadi urat nadi perekonomian yang kuat bagi masyarakat Lampung Timur.
Dengan akses yang lebih mudah, mobilitas warga tidak lagi bergantung pada arus sungai, sehingga roda ekonomi dapat berputar lebih cepat dan efisien.
Pewarta : Muklasin
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
