Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan kehadiran pabrik pemurnian gliserin dan lini pengemasan minyak nabati baru milik PT. Louis Dreyfus Company (LDC) Indonesia di Panjang, Bandarlampung dapat menjadi upaya untuk mendukung hilirisasi industri.

"Fasilitas baru ini menandai langkah penting dalam upaya hilirisasi industri dan penguatan daya saing komoditas pertanian nasional, sekaligus memperkokoh posisi Lampung sebagai salah satu pusat agroindustri di Indonesia," kata Jihan di Bandarlampung, Selasa.

Jihan mengapresiasi komitmen perusahaan yang telah menyelesaikan pembangunan fasilitas baru sebagai bagian dari Proyek Glasgow. Proyek tersebut bertujuan untuk memberikan nilai tambah atas hasil produksi LDC yang telah lama beroperasi di Lampung.

Proyek ini mencakup dua bagian utama, yaitu pabrik pemurnian gliserin, yang mengolah gliserin mentah (85 persen) menjadi gliserin murni dengan kemurnian 99,7 persen. Produk ini sangat strategis dalam industri kosmetik, makanan, farmasi, dan kimia.

Kemudian, fasilitas molding dan pengemasan, yang memungkinkan LDC untuk memproduksi olein dalam bentuk jerigen ukuran 20 dan 25 liter.

Jihan menyebutkan, dengan selesainya proyek ini, maka LDC yang berbasis di Rotterdam, Belanda, telah memiliki total tujuh fasilitas operasional di Lampung, dengan nilai investasi akumulatif mencapai lebih dari 160 juta dolar AS.

Ia menjelaskan investasi ini tidak hanya memperkuat posisi Lampung dalam rantai nilai global produk agrikultur, tetapi juga membantu penyerapan lebih dari 800 tenaga kerja.

"Ini adalah bukti nyata bahwa investasi asing bisa berjalan seiringan harmonis dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan industri hilir yang berdaya saing tinggi dan berbasis komoditas unggulan," ujarnya.

Sebelumnya, LDC, yang memiliki lini bisnis dalam sektor agrikultur, pengolahan makanan, international shipping serta keuangan, meresmikan pabrik pemurnian gliserin dan lini pengemasan minyak nabati baru di Bandarlampung, Lampung.

Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi bisnis LDC di Indonesia, sejalan dengan rencana strategis perusahaan untuk terus berkembang dan sebagai wujud nyata komitmen LDC terhadap Indonesia.

Pabrik gliserin LDC yang baru memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 55.000 metrik ton.

Fasilitas ini diproyeksikan dapat membantu memenuhi permintaan global yang terus meningkat akan gliserin murni berkualitas tinggi (sesuai standar United States Pharmacopeia/USP).

Keberadaan pabrik ini juga memperkokoh posisi kompetitif LDC sebagai pemasok gliserin untuk industri farmasi, perawatan pribadi, dan kosmetik, yang merupakan penyerap pasar terbesar gliserin global, di mana saat ini diperkirakan tumbuh pada 2,5 persen CAGR dari tahun 2023 hingga 2040

Baca juga: Kini makin mudah berinvestasi di Lampung

Baca juga: Polisi dukung iklim investasi yang bebas dari premanisme

Baca juga: Penanaman modal asing di Lampung triwulan I 2025 Rp651,6 miliar