Ganjar: Ada upaya kejar ketertinggalan terhadap Paslon 03
Jumat, 9 Februari 2024 5:26 WIB
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Ganjar Pranowo dan Mahfud Md. saat "Hajatan Rakyat" di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (8/2/2024). ANTARA/HO-TPN Ganjar-Mahfud
Banyuwangi (ANTARA) - Calon Presiden RI Ganjar Pranowo mengisyaratkan ada upaya mengejar ketertinggalan terhadap pasangan calon (paslon) nomor urut 3.
Ganjar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (8/2), menyebutkan terdapat kondisi yang belum aman bagi pihak yang mengklaim sehingga harus melakukan upaya seperti itu.
"Kalau dari yang kami lakukan, kami menang di sini gitu, ya. Kalau kemudian harus berkejar-kejaran, memang ada kekuatan yang mengejar kami gitu, ya, dan kondisi itu bukan tidak bisa dirasakan, kami merasakan itu di mana-mana," ujar Ganjar.
Kekuatan yang dimaksud, lanjut Ganjar, salah satunya yang terjadi pada Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Ferdinandus Hindarto. Rektor Unika itu mengaku didatangi oleh oknum polisi untuk membuat testimoni positif keberhasilan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
"Maka, Pak Rektor Unika diminta membuat video dia enggak mau, tetapi rektor yang lain kemudian mau, itulah kondisi yang kita sudah tahulah," ucapnya.
Ganjar melanjutkan, "Maka, kenapa kampus kemudian bersuara dengan kebebasan mimbar akademiknya? Itulah edukasi yang ada yang membikin kami makin yakin mana yang benar, mana yang salah, dan bagaimana demokrasi harus berjalan. Kalau saya, insyaallah optimistis terus."
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga angkat suara terkait dengan alat peraga kampanye (APK) pihaknya yang banyak diturunkan di berbagai tempat, termasuk di Banyuwangi.
Ia lantas mengajak pendukungnya untuk melaporkan hal tersebut apabila melihat langsung upaya penurunan APK paslon nomor urut 3.
"Laporkan saja, apalagi kalau media tahu yang nyopot (mencopot, red.), laporkan dan Bawaslu boleh bertindak," kata Ganjar.
Berdasarkan data KPU RI, daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih.
Ganjar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (8/2), menyebutkan terdapat kondisi yang belum aman bagi pihak yang mengklaim sehingga harus melakukan upaya seperti itu.
"Kalau dari yang kami lakukan, kami menang di sini gitu, ya. Kalau kemudian harus berkejar-kejaran, memang ada kekuatan yang mengejar kami gitu, ya, dan kondisi itu bukan tidak bisa dirasakan, kami merasakan itu di mana-mana," ujar Ganjar.
Kekuatan yang dimaksud, lanjut Ganjar, salah satunya yang terjadi pada Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Ferdinandus Hindarto. Rektor Unika itu mengaku didatangi oleh oknum polisi untuk membuat testimoni positif keberhasilan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
"Maka, Pak Rektor Unika diminta membuat video dia enggak mau, tetapi rektor yang lain kemudian mau, itulah kondisi yang kita sudah tahulah," ucapnya.
Ganjar melanjutkan, "Maka, kenapa kampus kemudian bersuara dengan kebebasan mimbar akademiknya? Itulah edukasi yang ada yang membikin kami makin yakin mana yang benar, mana yang salah, dan bagaimana demokrasi harus berjalan. Kalau saya, insyaallah optimistis terus."
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga angkat suara terkait dengan alat peraga kampanye (APK) pihaknya yang banyak diturunkan di berbagai tempat, termasuk di Banyuwangi.
Ia lantas mengajak pendukungnya untuk melaporkan hal tersebut apabila melihat langsung upaya penurunan APK paslon nomor urut 3.
"Laporkan saja, apalagi kalau media tahu yang nyopot (mencopot, red.), laporkan dan Bawaslu boleh bertindak," kata Ganjar.
Berdasarkan data KPU RI, daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih.
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Empat hari tak berkomunikasi dengan Ganjar, Mahfud: Saya sedang umroh
17 February 2024 17:40 WIB, 2024
Ganjar temui WALHI bahas kebijakan soal lingkungan termasuk hilirisasi rempah
09 February 2024 6:11 WIB, 2024
Hajatan Rakyat di Banyuwangi dihadiri ratusan ribu pendukung Ganjar-Mahfud
09 February 2024 5:43 WIB, 2024
Terpopuler - Pemilu
Lihat Juga
Terkait kebocoran DPT Pemilu 2024, Ketua KPU disidang kode etik di DKPP
28 February 2024 13:13 WIB, 2024
Petugas panwas distrik hilang di Papua Tengah, Bawaslu: Kami berharap ditemukan
27 February 2024 17:09 WIB, 2024
Kata pengamat, hak angket hanya membuktikan DPR bekerja untuk rakyat
27 February 2024 14:40 WIB, 2024
Gibran belum ingin ungkap kementerian baru bidangi makan siang gratis
26 February 2024 12:02 WIB, 2024