Ganjar respons soal etika politik Jokowi
Sabtu, 6 Januari 2024 19:55 WIB
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan dalam sebuah acara di kawasan Cakung, Jakarta, Sabtu (6/1/2024). (ANTARA/Rio Feisal)
Jakarta (ANTARA) - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menanggapi kekhawatiran mengenai etika politik dari kepala negara, yakni Presiden Joko Widodo, usai melakukan sejumlah pertemuan dengan elite politik.
Pertemuan yang dimaksud adalah antara Presiden Jokowi dengan Menteri Pertahanan sekaligus Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto pada Jumat (5/1) malam di Jakarta. Selain itu, dia merujuk pertemuan Jokowi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Sabtu pagi di Kota Bogor, Jawa Barat.
"Iya, memang kita punya problem etika gitu kan. Karena ada yang tidak setuju dengan etika," kata Ganjar sembari tertawa di kawasan Cakung, Jakarta, Sabtu.
Walaupun demikian, Ganjar mengatakan bahwa pihaknya justru mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan oleh pemerintah saat ini selama ajang Pilpres 2024 berlangsung.
"Kekhawatiran kami adalah ketika semua menyalahgunakan, penyalahgunaan kewenangan terjadi. Ketika penyalahgunaan kewenangan itu terjadi, maka pada saat itu mencederai rakyat. Maka kontrolnya mesti bagus ya, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) enggak boleh takut ya," katanya.
Ganjar juga mengatakan bahwa dia bersama calon wakil presiden Mahfud Md selalu mengingatkan pendukung untuk menaati hukum dan aturan yang berlaku.
"Tetapi kami sendiri, kayak saya, Pak Mahfud, juga selalu mengingatkan pendukung kita, baik dari partai maupun relawan agar semua juga taat hukum, taat aturan seperti yang saya sampaikan di sini tadi," ujarnya.
Pertemuan yang dimaksud adalah antara Presiden Jokowi dengan Menteri Pertahanan sekaligus Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto pada Jumat (5/1) malam di Jakarta. Selain itu, dia merujuk pertemuan Jokowi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Sabtu pagi di Kota Bogor, Jawa Barat.
"Iya, memang kita punya problem etika gitu kan. Karena ada yang tidak setuju dengan etika," kata Ganjar sembari tertawa di kawasan Cakung, Jakarta, Sabtu.
Walaupun demikian, Ganjar mengatakan bahwa pihaknya justru mengkhawatirkan terjadinya penyalahgunaan kewenangan oleh pemerintah saat ini selama ajang Pilpres 2024 berlangsung.
"Kekhawatiran kami adalah ketika semua menyalahgunakan, penyalahgunaan kewenangan terjadi. Ketika penyalahgunaan kewenangan itu terjadi, maka pada saat itu mencederai rakyat. Maka kontrolnya mesti bagus ya, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) enggak boleh takut ya," katanya.
Ganjar juga mengatakan bahwa dia bersama calon wakil presiden Mahfud Md selalu mengingatkan pendukung untuk menaati hukum dan aturan yang berlaku.
"Tetapi kami sendiri, kayak saya, Pak Mahfud, juga selalu mengingatkan pendukung kita, baik dari partai maupun relawan agar semua juga taat hukum, taat aturan seperti yang saya sampaikan di sini tadi," ujarnya.
Pewarta : Rio Feisal
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Empat hari tak berkomunikasi dengan Ganjar, Mahfud: Saya sedang umroh
17 February 2024 17:40 WIB, 2024
Ganjar temui WALHI bahas kebijakan soal lingkungan termasuk hilirisasi rempah
09 February 2024 6:11 WIB, 2024
Hajatan Rakyat di Banyuwangi dihadiri ratusan ribu pendukung Ganjar-Mahfud
09 February 2024 5:43 WIB, 2024
Terpopuler - Pemilu
Lihat Juga
Terkait kebocoran DPT Pemilu 2024, Ketua KPU disidang kode etik di DKPP
28 February 2024 13:13 WIB, 2024
Petugas panwas distrik hilang di Papua Tengah, Bawaslu: Kami berharap ditemukan
27 February 2024 17:09 WIB, 2024
Kata pengamat, hak angket hanya membuktikan DPR bekerja untuk rakyat
27 February 2024 14:40 WIB, 2024
Gibran belum ingin ungkap kementerian baru bidangi makan siang gratis
26 February 2024 12:02 WIB, 2024