Metro jalin kerja sama dengan Brebes kembangkan bawang merah
Jumat, 1 September 2023 12:32 WIB
Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin dan Wakil Wali Kota, Qomaru Zaman menunjukkan hasil panen bawang merah di Gapoktan Ganjarasri, Metro Barat. (ANTARA/Hendra Kurniawan)
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro Lampung menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk pengembangan komoditas bawang merah sebagai upaya untuk pengendalian inflasi pangan di dua daerah tersebut.
"Kerja sama antar daerah (KAD) antara Kota Metro dengan Brebes penting karena untuk pengendalian inflasi pangan. Intinya, KAD ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bawang merah masyarakat," kata Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin.
Ia mengatakan kerja sama tersebut selain menindaklanjuti Program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), juga sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan bawang merah masyarakat.
"Kabupaten Brebes merupakan sentra penghasil bawang merah terbesar di Indonesia. Di mana pada 2022, Brebes menyumbang 18,5 persen produksi bawang merah nasional jadi kita bisa belajar dari mereka," ucapnya.
Dia melanjutkan dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi langkah untuk mengantisipasi kelangkaan sekaligus menjadi solusi atas fluktuatifnya harga bawang merah di pasaran.
"Jadi semuanya menginginkan Kota Metro ini kondisi harga serta stok pangan seperti bawang merah aman. Semua bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat bisa tersedia salah satu upayanya melalui kerja sama ini," jelasnya.
Menurut dia, dalam kerja sama ini nantinya ada pelatihan budidaya dan dukungan bibit bawang merah dari Kabupaten Brebes untuk kelompok tani di Kota Metro.
Tanggapan lain dikatakan oleh Ketua Gapoktan Ganjarasri Metro, Wanto.
Wanto mengatakan dalam pelaksanaan panen bawang untuk mengawali kerja sama antardua daerah tersebut, tanaman bawang merah miliknya itu itu telah berusia 65 hari dengan produksi atau panen sebanyak 1,2 ton.
"Tapi kalau dihitung mulai nol atau dari mulai pengolahan lahan sampai panen kurang lebih tiga bulan untuk berproduksi. Bawang merah yang kami tanam ini produksinya mencapai 1,2 ton," ujar dia.
Ia menambahkan, untuk pemasaran bawang merah itu sangat mudah di Kota Metro, sebab banyak pedagang di pasar tradisional yang siap membeli karena konsumsi bawang di daerah itu cukup besar sehingga masih membutuhkan stok bawang merah cukup banyak.
"Pasokan bawang merah untuk di Kota Metro inikan kurang ya, jadi untuk pemasarannya mudah. Karena pasar banyak dan pedagang yang mau membelinya juga banyak," tambahnya.
"Kerja sama antar daerah (KAD) antara Kota Metro dengan Brebes penting karena untuk pengendalian inflasi pangan. Intinya, KAD ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bawang merah masyarakat," kata Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin.
Ia mengatakan kerja sama tersebut selain menindaklanjuti Program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), juga sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan bawang merah masyarakat.
"Kabupaten Brebes merupakan sentra penghasil bawang merah terbesar di Indonesia. Di mana pada 2022, Brebes menyumbang 18,5 persen produksi bawang merah nasional jadi kita bisa belajar dari mereka," ucapnya.
Dia melanjutkan dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi langkah untuk mengantisipasi kelangkaan sekaligus menjadi solusi atas fluktuatifnya harga bawang merah di pasaran.
"Jadi semuanya menginginkan Kota Metro ini kondisi harga serta stok pangan seperti bawang merah aman. Semua bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat bisa tersedia salah satu upayanya melalui kerja sama ini," jelasnya.
Menurut dia, dalam kerja sama ini nantinya ada pelatihan budidaya dan dukungan bibit bawang merah dari Kabupaten Brebes untuk kelompok tani di Kota Metro.
Tanggapan lain dikatakan oleh Ketua Gapoktan Ganjarasri Metro, Wanto.
Wanto mengatakan dalam pelaksanaan panen bawang untuk mengawali kerja sama antardua daerah tersebut, tanaman bawang merah miliknya itu itu telah berusia 65 hari dengan produksi atau panen sebanyak 1,2 ton.
"Tapi kalau dihitung mulai nol atau dari mulai pengolahan lahan sampai panen kurang lebih tiga bulan untuk berproduksi. Bawang merah yang kami tanam ini produksinya mencapai 1,2 ton," ujar dia.
Ia menambahkan, untuk pemasaran bawang merah itu sangat mudah di Kota Metro, sebab banyak pedagang di pasar tradisional yang siap membeli karena konsumsi bawang di daerah itu cukup besar sehingga masih membutuhkan stok bawang merah cukup banyak.
"Pasokan bawang merah untuk di Kota Metro inikan kurang ya, jadi untuk pemasarannya mudah. Karena pasar banyak dan pedagang yang mau membelinya juga banyak," tambahnya.
Pewarta : Hendra Kurniawan
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kota Metro
Lihat Juga
Gagalkan penyelundupan narkoba, dua Srikandi Lapas Metro terima penghargaan
22 January 2026 19:40 WIB
Gagalkan penyelundupan narkoba, petugas Lapas Metro terima penghargaan khusus
21 January 2026 17:46 WIB
Petugas Lapas Metro gagalkan penyelundupan narkotika yang dibawa keluarga narapidana
20 January 2026 17:16 WIB
Perokris PLN Lampung gelar ibadah dan bakti sosial di Wisma Kasih Sejati Metro
13 January 2026 19:10 WIB
Y-Dash, layanan mentoring wirausaha Disporapar Metro untuk tekan pengangguran
18 December 2025 19:06 WIB
Melalui program Kompak, Satpol PP Metro perkuat peran masyarakat tanggulangi kebakaran
18 December 2025 18:35 WIB
Ramp cek di Terminal Mulyojati Metro Lampung, 8 kendaraan tak layak jalan
16 December 2025 16:52 WIB