Elektabilitas tinggi, modal Erick Thohir maju cawapres
Kamis, 25 Mei 2023 22:23 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan kata sambutan pada peluncuran logo dan tagline baru PT Pelni (Persero) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/5/2023). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.
Jakarta (ANTARA) - Pengamat Politik Universitas Padjadjaran Idil Akbar mengatakan elektabilitas tinggi menjadi modal kuat Erick Thohir maju sebagai bakal calon presiden (cawapres) pada Pemilu 2024.
"Hal itu tidak terlepas dari kecemerlangan Erick dalam memimpin Kementerian BUMN selama 3 tahun terakhir," kata Idil Akbar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kepemimpinan sukses Menteri BUMN itu menciptakan dampak elektoral besar sebagai figur cawapres unggulan. Bahkan, tren elektabilitas Erick Thohir makin kuat.
Idil Akbar menilai sosok Erick memiliki banyak modal, tidak hanya soal elektoral, tetapi juga dukungan sosial dari masyarakat.
"Itu berkat imbas dari kebijakan pro rakyat yang sangat dirasakan dampak positif," ujarnya.
Dari hasil survei Indikator Politik Indonesia pada tanggal 30 April—5 Mei 2023, elektabilitas Erick Thohir konsisten menempati daftar teratas. Pada simulasi lima nama, Erick Thohir berhasil meraih elektabilitas sebesar 18,8 persen.
Sesuai dengan jadwal, pendaftaran bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden pada tanggal 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.
Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang penuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu Anggota DPR RI 2019.
Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengamat: Elektabilitas tinggi modal Erick Thohir maju cawapres
"Hal itu tidak terlepas dari kecemerlangan Erick dalam memimpin Kementerian BUMN selama 3 tahun terakhir," kata Idil Akbar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kepemimpinan sukses Menteri BUMN itu menciptakan dampak elektoral besar sebagai figur cawapres unggulan. Bahkan, tren elektabilitas Erick Thohir makin kuat.
Idil Akbar menilai sosok Erick memiliki banyak modal, tidak hanya soal elektoral, tetapi juga dukungan sosial dari masyarakat.
"Itu berkat imbas dari kebijakan pro rakyat yang sangat dirasakan dampak positif," ujarnya.
Dari hasil survei Indikator Politik Indonesia pada tanggal 30 April—5 Mei 2023, elektabilitas Erick Thohir konsisten menempati daftar teratas. Pada simulasi lima nama, Erick Thohir berhasil meraih elektabilitas sebesar 18,8 persen.
Sesuai dengan jadwal, pendaftaran bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden pada tanggal 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.
Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang penuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu Anggota DPR RI 2019.
Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengamat: Elektabilitas tinggi modal Erick Thohir maju cawapres
Pewarta : Fauzi
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Delapan atlet SEA Games terima langsung bonus dari Prabowo di Istana Negara
08 January 2026 16:24 WIB
Terpopuler - Pemilu
Lihat Juga
Terkait kebocoran DPT Pemilu 2024, Ketua KPU disidang kode etik di DKPP
28 February 2024 13:13 WIB, 2024
Petugas panwas distrik hilang di Papua Tengah, Bawaslu: Kami berharap ditemukan
27 February 2024 17:09 WIB, 2024
Kata pengamat, hak angket hanya membuktikan DPR bekerja untuk rakyat
27 February 2024 14:40 WIB, 2024
Gibran belum ingin ungkap kementerian baru bidangi makan siang gratis
26 February 2024 12:02 WIB, 2024