Dinkes Tanggamus temukan 55 kasus DBD selama Januari hingga Mei 2023
Selasa, 23 Mei 2023 9:13 WIB
Ilustrasi- nyamuk DBD. (ANTARA/HO)
Tanggamus (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, mencatat sejak Januari hingga Mei 2023 ditemukan sebanyak 55 kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu.
"Jadi untuk kasus DBD di Tanggamus dari Januari hingga bulan Mei ini berjumlah 55 kasus," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Marhaenisa Abirakhman, saat dihubungi dari Pesisir Barat, Selasa,
Ia menyebutkan, dari puluhan kasus DBD di Tanggamus, terlihat peningkatan yang cukup signifikan terjadi di Kecamatan Kota Agung.
"Rinciannya di Kecamatan Siring Betik 1 kasus, Wonosobo 2, Sanggi 1, Sudimoro 3, Sukaraja 9, Kota Agung 12, Pasar Simpang 3, Negara Batin 5, Pulau Panggung 2, Air Naningan 5, Talang Padang 1, Gisting 3, Kedaloman 2, Bulok Sukamara 5, Antar Brak 1 orang," kata dia.
Ia juga mengatakan, dari sejumlah kasus DBD di kabupaten Tanggamus itu, untuk jumlah kematian pasien tidak ada.
"Dari sebanyak jumlah kasus itu untuk kasus kematian akibat DBD ini 0 kasus Bang," ujar dia.
Ia pula mengatakan bahwa dengan cuaca yang saat ini masih sering tidak menentu dapat mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk secara cepat.
"Jadi imbauan kepada seluruh masyarakat di kabupaten Tanggamus, agar tetap selalu menjaga kebersihan guna mencegah penyebaran penyakit DBD, mengingat saat ini cuaca masih tidak beraturan, dan pergantian musim," kata dia.
Sejak pergantian tahun, wilayah Lampung sering diguyur hujan, sehingga banyak genangan air di sekitar permukiman warga yang menjadi tempat berkembangbiak nya nyamuk Aedes aegypti, pembawa DBD.
Ia mengatakan bahwa penyebab utama keberadaan nyamuk penyebar penyakit DBD adalah hidup di lingkungan yang kurang bersih, sehingga penerapan pola hidup sehat sangat penting dilakukan khususnya di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Karena itu, untuk mencegah semakin banyaknya warga yang tertular DBD, pihaknya selalu meminta dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui 3 M, yaitu menutup, menguras, dan mengubur.
Kemudian, katanya pula, tidak hanya 3 M, masyarakat juga harus selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Selalu meningkatkan peran masyarakat dengan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3 M Plus seminggu sekali Menguras, Menutup, Mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk," katanya.
"Jadi untuk kasus DBD di Tanggamus dari Januari hingga bulan Mei ini berjumlah 55 kasus," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Marhaenisa Abirakhman, saat dihubungi dari Pesisir Barat, Selasa,
Ia menyebutkan, dari puluhan kasus DBD di Tanggamus, terlihat peningkatan yang cukup signifikan terjadi di Kecamatan Kota Agung.
"Rinciannya di Kecamatan Siring Betik 1 kasus, Wonosobo 2, Sanggi 1, Sudimoro 3, Sukaraja 9, Kota Agung 12, Pasar Simpang 3, Negara Batin 5, Pulau Panggung 2, Air Naningan 5, Talang Padang 1, Gisting 3, Kedaloman 2, Bulok Sukamara 5, Antar Brak 1 orang," kata dia.
Ia juga mengatakan, dari sejumlah kasus DBD di kabupaten Tanggamus itu, untuk jumlah kematian pasien tidak ada.
"Dari sebanyak jumlah kasus itu untuk kasus kematian akibat DBD ini 0 kasus Bang," ujar dia.
Ia pula mengatakan bahwa dengan cuaca yang saat ini masih sering tidak menentu dapat mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk secara cepat.
"Jadi imbauan kepada seluruh masyarakat di kabupaten Tanggamus, agar tetap selalu menjaga kebersihan guna mencegah penyebaran penyakit DBD, mengingat saat ini cuaca masih tidak beraturan, dan pergantian musim," kata dia.
Sejak pergantian tahun, wilayah Lampung sering diguyur hujan, sehingga banyak genangan air di sekitar permukiman warga yang menjadi tempat berkembangbiak nya nyamuk Aedes aegypti, pembawa DBD.
Ia mengatakan bahwa penyebab utama keberadaan nyamuk penyebar penyakit DBD adalah hidup di lingkungan yang kurang bersih, sehingga penerapan pola hidup sehat sangat penting dilakukan khususnya di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Karena itu, untuk mencegah semakin banyaknya warga yang tertular DBD, pihaknya selalu meminta dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui 3 M, yaitu menutup, menguras, dan mengubur.
Kemudian, katanya pula, tidak hanya 3 M, masyarakat juga harus selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Selalu meningkatkan peran masyarakat dengan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3 M Plus seminggu sekali Menguras, Menutup, Mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk," katanya.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Tanggamus dan Rainforest Alliance bagikan bibit kopi untuk pemulihan lingkungan
28 January 2026 15:16 WIB
Tim SAR hentikan pencarian delapan ABK KM Maulana yang hilang di Tanggamus
27 December 2025 13:12 WIB
Pangdam XXI: Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Tanggamus capai 45 persen
24 December 2025 19:07 WIB
Perusahaan swasta nasional komitmen jaga lingkungan dan ekonomi masyarakat Lampung
24 December 2025 18:08 WIB
Tim SAR gabungan perluas pencarian 8 ABK KM Maulana terbakar di Tanggamus
23 December 2025 19:43 WIB
Terpopuler - Tanggamus
Lihat Juga
Pemkab Tanggamus dan Rainforest Alliance bagikan bibit kopi untuk pemulihan lingkungan
28 January 2026 15:16 WIB
Tim SAR hentikan pencarian delapan ABK KM Maulana yang hilang di Tanggamus
27 December 2025 13:12 WIB
Tim SAR gabungan perluas pencarian 8 ABK KM Maulana terbakar di Tanggamus
23 December 2025 19:43 WIB
Lapas Kotaagung gelar razia tekan penyalahgunaan narkoba dan praktik penipuan
20 November 2025 15:48 WIB