Kenali gejala awal stroke
Kamis, 3 November 2022 12:35 WIB
Ilustrasi--Dukungan bagi penderita stroke. (Pexels)
Jakarta (ANTARA) - Mengenali gejala awal stroke dengan melihat tanda dari SEnyuman, GErakan, dan bicaRA atau SEGERA penting untuk menolong penderita mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Dalam webinar untuk memperingati ulang tahun ke-103 Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang diikuti via daring dari Jakarta, Kamis, dokter spesialis penyakit dalam Mohammad Kurniawan menjelaskan cara mengenai gejala awal stroke dengan SEGERA.
"SE-nya senyuman, saat tersenyum dia mulutnya mencong, ada satu sisi wajah yang tidak terbentuk lekukan. Kemudian GE adalah gerakan yang terganggu, satu sisi lebih lemah. Selanjutnya RA adalah gangguan bicara, bisa bicara jadi cadel atau pelo, pasien enggak ngerti pembicaraannya atau bisa jadi tidak lancar atau tidak nyambung," ia menjelaskan.
Baca juga: Neurolog: Kendalikan risiko cegah stroke di usia muda
"Jika salah satu gejala tersebut kita temukan, segera bawa ke rumah sakit untuk bisa ditangani lebih lanjut," kata dokter yang bertugas di RSCM itu.
Apabila menjumpai pasien dengan gejala SEGERA seperti senyum mencong dan gerakan separuh badan yang lemah, ia mengatakan, maka penting untuk tidak memberikan apapun melalui mulut karena bisa menyebabkan pasien tersedak dan mengalami henti nafas.
"Karena bisa jadi kelumpuhan syarafnya mengenai syaraf menelan, jadi kalau kita berikan makanan atau minuman pasien bisa tersedak, makanan atau minuman bisa masuk ke paru-paru bisa mengakibatkan henti nafas atau minimal bisa mengakibatkan pneumonia atau infeksi di paru," katanya.
Kurniawan mengemukakan bahwa stroke adalah penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung dan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.
Namun, menurut dia, penanganan yang cepat dapat menyelamatkan penderita stroke dari ancaman kematian atau kecacatan.
"Karena itu penting sekali untuk kita tahu apa itu gejala stroke, tujuannya adalah agar kita bisa menyelamatkan siapapun yang terkena serangan stroke baik itu teman, saudara, atau siapapun yang kita jumpai," katanya.
Selain mengenali gejala dengan SEGERA, Kurniawan mengatakan, orang awam bisa memberikan pertolongan dengan segera mengontak ambulans apabila mendapati seseorang kesulitan bernafas atau mengalami gangguan kesadaran.
Dalam webinar untuk memperingati ulang tahun ke-103 Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang diikuti via daring dari Jakarta, Kamis, dokter spesialis penyakit dalam Mohammad Kurniawan menjelaskan cara mengenai gejala awal stroke dengan SEGERA.
"SE-nya senyuman, saat tersenyum dia mulutnya mencong, ada satu sisi wajah yang tidak terbentuk lekukan. Kemudian GE adalah gerakan yang terganggu, satu sisi lebih lemah. Selanjutnya RA adalah gangguan bicara, bisa bicara jadi cadel atau pelo, pasien enggak ngerti pembicaraannya atau bisa jadi tidak lancar atau tidak nyambung," ia menjelaskan.
Baca juga: Neurolog: Kendalikan risiko cegah stroke di usia muda
"Jika salah satu gejala tersebut kita temukan, segera bawa ke rumah sakit untuk bisa ditangani lebih lanjut," kata dokter yang bertugas di RSCM itu.
Apabila menjumpai pasien dengan gejala SEGERA seperti senyum mencong dan gerakan separuh badan yang lemah, ia mengatakan, maka penting untuk tidak memberikan apapun melalui mulut karena bisa menyebabkan pasien tersedak dan mengalami henti nafas.
"Karena bisa jadi kelumpuhan syarafnya mengenai syaraf menelan, jadi kalau kita berikan makanan atau minuman pasien bisa tersedak, makanan atau minuman bisa masuk ke paru-paru bisa mengakibatkan henti nafas atau minimal bisa mengakibatkan pneumonia atau infeksi di paru," katanya.
Kurniawan mengemukakan bahwa stroke adalah penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung dan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.
Namun, menurut dia, penanganan yang cepat dapat menyelamatkan penderita stroke dari ancaman kematian atau kecacatan.
"Karena itu penting sekali untuk kita tahu apa itu gejala stroke, tujuannya adalah agar kita bisa menyelamatkan siapapun yang terkena serangan stroke baik itu teman, saudara, atau siapapun yang kita jumpai," katanya.
Selain mengenali gejala dengan SEGERA, Kurniawan mengatakan, orang awam bisa memberikan pertolongan dengan segera mengontak ambulans apabila mendapati seseorang kesulitan bernafas atau mengalami gangguan kesadaran.
Pewarta : Fitra Ashari
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter: Rajin olahraga kurangi risiko penyintas terkena stroke kembali
05 November 2024 17:43 WIB, 2024
Kepala RSPAD: Informasi Prabowo pernah "stroke" dua kali tidak berdasar
27 October 2023 19:39 WIB, 2023
RSUDAM berhasil melakukan terapi trombolitik perdana bagi pasien stroke
04 February 2023 15:17 WIB, 2023